Iklan BNS

Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di NTB Meningkat

Ariyati Astini
Rabu, Februari 02, 2022 | 22.12 WIB


Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Aidy Furqon



MATARAM – Kasus kekerasan seksual pada anak sekolah di Nusa Tenggara Barat mengalami peningkatan. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB mencatat kasus kekerasan seksual pada anak tahun 2020 sebanyak 363 kasus, sedangkan tahun 2021 bertambah menjadi 462 kasus. 


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. Aidy Firqon menilai, maraknya kasus kekerasan seksual disebabkan kurangnya fungsi pengawasan dan pelibatan Pendidikan keluarga. 


“Oleh karena itu Dikbud Provinsi melakukan aktifitas diantaranya digalakkan kembali namanya siswa teladan dan sudah dilaunching oleh Ibu Wagub melalui kegiatan spiliritual camp,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB Dr. Aidy Firqon, Rabu (2/2/2022). 


Dikbud menargetkan, untuk kegiatan siswa teladan akan di programkan setiap siswa minimal satu semester. Harapannya, dengan program ini siswa-siswa yang lain dapat mencontoh siswa teladan tersebut. 


Di satu sisi, Dikbud menilai karena lemahnya pengawasan dari orang tua juga menyebabkan naiknya kasus kekerasan terhadap anak . Siswa yang biasanya, produktif belajar di sekolah, namun karena di rumah  orang tua dinilai tidak mampu memberikan pengawasan yang maksimal kepada anak-anaknya. 


“Kalau selama ini mereka sibuk aktifitas pembelajaran ternyata dengan belajar dirumah dan orang tuanya tidak mampu mengawal secara maksimal kemudian itu menjadi pemicunya,” ujar Aidy. 


Untuk itu, menurut Aidy, anak-anak harus diberikan ruang ekspresi belajar yang aman dan nyaman. Dan saat ini, Dikbud NTB sedang melakukan iventarisir bakat dan minat siswa. Kedepan mereka ingin jadi apa sesuai bakat dan minatnya. 


“Kalau anak anak mau jadi politikus maka akan saya bukakan ling dengan DPR untuk politik, kalau ada yang mau jadi guru kan kita akan carikan guru tamunya,” tuturnya. 


“Saya khawatirnya nanti kalau ada anak-anak yang tidak punya cita-cita, kan bingung dia. Nah  ini harus di tangani, jangan-jangan anak yag tidak tau arahnya ini yang bermaslah begitu bergaul nanti bermasalahnya,” imbuhnya.


Dengan begini, Aidy berharap kasus kekerasan baik seksual maupun fisik tidak terulang lagi menimpa anak-anak usia sekolah.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di NTB Meningkat

Trending Now

Iklan