Prodi Pariwisata IAHN Mataram Gali Potensi Wisata Desa Menggala di Lombok Utara

MandalikaPost.com
Sabtu, Juli 09, 2022 | 20.23 WIB Last Updated 2022-07-09T15:31:59Z
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Prodi Pariwisata, Budaya, dan Keagamaan IAHN Gde Pudja Mataram di Desa Menggala, Lombok Utara. (FOTO: Dok. IAHN Gde Pudja Mataram)

MANDALIKAPOST.com - Potensi pariwisata di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, cukup menarik. Pertanian dan perkebunan rempah-rempah bisa menjadi destinasi agro wisata. Sementara kultur budaya dan kehidupan sosial di sana, bisa menjadi model dan contoh baik, untuk toleransi dan keberagaman.


Potensi wisata itu yang coba digali jajaran Program Studi Pariwisata, Budaya dan Keagamaan, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, selama menggelar program pengabdian kepada masyarakat di Dusun Pengempuh Sari, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.


Selama 5 hari, hingga 10 Juli 2022, setidaknya tujuh orang dosen dan tiga orang mahasiswa dari program studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan IAHN Gde Pudja Mataram menjadi pembina dalam program pengabdian tersebut.


"Desa ini memiliki keunggulan dalam agrowisata rempah-rempah yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Sangat potensial dikembangan sebagai destinasi agro wisata," kata Koordinator Prodi, I Ketut Putu Suardana, M.I.Kom, Sabtu 9 Juli 2022.


Suardana mengatakan, Dusun Pengempuh Sari di Desa Menggala berpenduduk heterogen, khususnya masyarakat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan.


Dua hal ini selaras dengan tema pengabdian yaitu "Desaku Indah, Wargaku Damai".


"Ini juga sesuai arahan dari Rektor IAHN Gde Pudja Mataram bapak Dr. Ir. I Wayan Wirata, dalam mendukung program Kementerian Agama untuk mensosialisasikan Moderasi Beragama yang terdiri dari Komitmen Kebangsaan,  Toleransi, Anti Kekerasan, serta yg terakhir Penerimaan terhadap Tradisi," jelasnya.


Pengabdian kepada masyarakat Prodi Pariwisata, Budaya dan Keagamaan, IAHN Gde Pudja Mataram di Dusun Pengempuh Sari, Desa Menggala menyasar semua kalangan usia, baik anak-anak, remaja, dan orang tua. Jumlah masyarakat yang terlibat mencapai 100 orang setiap hari. 


Materi yang disampaikan antara lain tentang ekplorasi potensi desa yaitu agrowisata rempah-rempah melalui media sosial.


Untuk masyarakat Hindu di sana, dilakukan penguatan tradisi keagamaan seperti upacara persembahyangan, praktik tari, yoga. Selain itu, juga dilakukan penguatan nilai-nilai toleransi beragama melalui pembinaan penyuluhan agama.


"Materi lainnya juga ada penguatan rasa cinta tanah air melalui materi bahasa Indonesia, dan pembinaan sosialisasi anti kekerasan melalui literasi media sosial guna menangkal berita hoax dan isu sara," katanya.


Tak hanya pembinaan melalui penyampaian materi dan sosialisasi, pengabdian kepada masyarakat juga diisi dengan kegiatan permainan untuk anak-anak, dengan mengusung semangat nasionalisme.


"Pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat, melalui eksplorasi keindahan desa pada masyarakat luas melalui media sosial  dan juga didukung oleh nilai-nilai toleransi beragama dengan tetap menjaga tradisi sehingga menciptakan warga yang damai," kata Suardana.


Program pengabdian masyarakat yang digelar IAHN Gde Pudja Mataram disambut hangat dan penuh antusias oleh masyarakat setempat.


Ketua Banjar Panca Karya Banyuatis, I Gede Sandi S.Ag, mengharapkan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna berbagi ilmu dan pengalaman bersama warganya.


"Kami berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini bisa terus dilakukan dan berkesinambungan ke depan," katanya.



Reporter : Rieka Yulita Widaswara / Lombok Utara 



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Prodi Pariwisata IAHN Mataram Gali Potensi Wisata Desa Menggala di Lombok Utara

Trending Now