Iklan BNS

Kereta Gantung Rinjani Akan Dibangun Tahun 2023

Ariyati Astini
Selasa, September 06, 2022 | 14.16 WIB

 

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Mohammad Rum  Saat Dikonfirmasi Terkait Progres Kereta Gantung Rinjani Selasa (6/9/2022)



MANDALIKAPOST.com- Progres rencana pembangunan proyek kereta gantung Rinjani hingga kini terus berproses. Bahkan, investor asal Tiongkok, China yang akan merealisasi proyek itu saat ini sedang penyusunan detail engineering design (DED) dan feasibility study (FS) atau studi kelayakan.


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, H Mohammad Rum saat dikonfirmasi soal progres tahapan rencana pembangunan kereta gantung Rinjani yang dikerjakan PT Indonesia Lombok Resort (ILR) milik investor asal Tiongkok, China. 


"Alhamdulillah jalan terus Progres kereta gantung ini. Sekarang survei sudah selesai. Sekarang mereka (Investor) lagi menyusun FS dan DED. Paling lama 2 bulan lagi akan buat Amdalnya. Kalau amdal paling cepat 3 bukan" Ujarnya pada Selasa (6/9/2022).


Rum belum dapat memastikan kapan akan dimulai pembangunan fisik kereta gantung. Karena proses penyusunan DED dan FS baru bisa selesai 2nbulan kedepan. “Kita tunggu aja ini semua masih proses kelengkapan soft ware nya. Mungkin awal tahun (pembangunan dimulai) karena DED dan FS itu 2 bulan baru selesai,” ujarnya



Rum Menambahkan, Pemprov nantinya akan melakukan Groundbreaking pembangunan Kereta gantung tepat di HUT NTB Desember mendatang.


" Nanti Kita akan Groundbreaking 17 Desember pada HUT NTB. Setelahnya akan dilakukan pembangunan Pada Tahun 2023 Mendatang dan akan selesai dalam jangka waktu 2 Tahun dengan Rencana investasi Rp2,2 triliun termasuk resort-resort" Katanya


Rum Menambahkan Panjang kereta gantung Rinjani ini nantinya sekitar 11 Km mulai dari Aik Berik ,Lombok Tengah dan ujungnya di Perbatasan pintu Masuk TNGR .


"Aksesnya nanti ,Kita tidak melewati TNGR. Tidak akan  banyak  pohon yang akan  ditebang karena hanya mengancapkan menara saja . Total lahan hanya 10 persen yang digunakan untuk pembangunan fisik , Ini akan menjadi jalur wisata dan bisa menikmati pepohonan di jalur Rinjani ,Serta akan memudahkan untuk para Polisi Hutan ( Polhut ) Guna melakukan pengawasan Hutan" pungkas Rum





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kereta Gantung Rinjani Akan Dibangun Tahun 2023

Trending Now

Iklan