Demi Menyalurkan Hobi, Fotografer Asal Jatim Rela Bersepeda Ratusan Kilo Meter Ke Kaldera Rinjani

Rosyidin
Senin, Oktober 24, 2022 | 22.58 WIB Last Updated 2022-10-27T04:31:14Z
Humoria: Fotografer asal Sidoarjo, Muhammad Sujai saat berfoto di bukit Selong desa Sembalun Lawang, yang berlatar belakang bukit Pengasingan. (Dok. Istimewa). 


MANDALIKAPOST.com - Acara Jambore Fotografi Nusa Tenggara Barat (NTB), sukses digelar selama dua hari yakni hari Sabtu dan Minggu. Berlangsung di Sada 360 Gamping Ground di kaki bukit Pengasingan, Kecamatan Sembalun Lombok Timur. 

Setidaknya seratus empat puluh lebih fotografer bejibaku mengabadikan momen tersebut, tak terkecuali salah seorang fotografer senior sekaligus pesepeda bernama Muhammad Sujai asal Sidoarjo, Jawa Timur ini rela mengayuh sepedanya hingga di desa Sembalun Lawang yang berada di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tiba pada hari Sabtu (22/10). 

Fotografer sekaligus pesepeda ini memulai perjalanannya pada Rabu 19 Oktober 2022 dini hari. 

"Saya start dari rumah hari Rabu subuh, sampai Sembalun Sabtu sore pukul 16.30 Wita, pas saat pembukaan acara," tuturnya kepada mandalikapost.com di lokasi acara, Minggu siang.

Diceritakan, Sujai mendarat di Pelabuhan Lembar hari Jumat  pagi 21 Oktober 2022 dan sempat bersilaturahmi dengan teman-temannya di Lombok. Setalah merasa cukup beristirahat, sore harinya ia mulai melanjutkan perjalanan menuju Sembalun dan malamnya menginap di Bangsal, Lombok Utara.

"Saya menginap di Bangsal, karena tidak mungkin saya melanjutkan perjalanan dimalam hari," katanya. 

Pria asal Sidoarjo ini mengaku, baru pertama kali menggunakan sepeda keluar daerah untuk mengikuti acara yang serupa.

Hal itu dilakukan selain menghemat biaya, juga untuk memotivasi teman-teman se-profesinya (Fotografer) dengan bersepeda bisa menyehatkan sambil menyalurkan hobi.

Bukan hanya itu sekaligus mengedukasi teman-teman fotografer apa yang dilakukan saat ini, mampu juga dilakukan oleh fotografer lainnya. 

"Saya yakin, teman-teman juga mampu lakukan itu. Tetunya dengan tekad dan mental yang kuat,  tanpa itu ya tidak bisa. Meski kita memiliki modal (Uang)," ujar Sujai. 

Terlepas dari itu, motivasi Sujai mengikuti Jambore Fotografi NTB untuk bersilaturahmi dan kumpul bersama teman-teman fotografer. Karena sejak pandemi COVID-19 tiadak ada kegiatan seperti ini.

Ia mengaku selain foto hobi juga naik sepeda, Selain itu momen ini dimanfaatkan berkunjung ke tempat-tempat yang bagus yang ada di daerah setempat untuk mengambil foto.

"Wah ini ada acara di Lombok, kren nih biayanya juga murah. Ya udah saya cobain naik sepeda, sambil buat tantangan sendiri kuat atau gak," tutur Sujai.

Humoria: Muhammad Sujai foto bareng bersama Rasyidin Sembahulun, salah satu peserta jambore fotografer NTB 2022. (Foto: Rasyidin/MP).

Selama perjalanan, lanjut fotografer senior ini ada beberapa kendala yang dihadapi yakni, mulai dari faktor cuaca hingga sepedanya mengalami ban bocor dua kali dan trouble sperpart dua kali. 

"Jadi hitungannya molor hampir 8-10 jam perjalanan, tergetnya itu saya masuk pelabuhan Lembar Kamis pagi (20/10). Ahirnya karena molor saya tiba di Lombok Kamis siang," katanya.

Tidak sampai disitu, dia belum puas sebelum keliling Lombok. Maka dari itu setelah acara jambore fotografer NTB 2022 di Cluseing (Tutup), dilanjutkan memotret pohon raksasa (Purba) di Peringgabya Lombok Timur. 

"Terget saya, selain ketemu dan kumpul bersama teman-teman disini memang saya ingin keliling Lombok. Itu target utama, istilahnya kalau bersepeda "Lombok Lub" (Keliling Lombok)," Imbuhnya.

Ia berharap, kedepannya kegiatan serupa diperbanyak dan rutinitas dilakukan enam bulan sekali atau bahkan tiga bulan sekali. Begitu juga dengan waktunya, lebih lama dari kegiatan tersebut. 

Diakui acara seperti ini bisa bikin guyub bertemu bersama sahabat dan teman-teman lama jarang mereka bertemu, bahkan juga bertemu dengan temen baru.

Meskipun acaranya kurang lama, ia sangat berterimakasih kepada panitia penyelenggara yang sangat membantu dan acaranya sukses digelar. Begitu juga lokasi acaranya sangat keren, sehingga para peserta jambore bisa mengambil enggel dari berbagai sudut. 

"Lokasinya luar biasa benar-benar keren, begitu juga para panitinya sangat membantu. Kami sangat puas meski waktunya tidak lama," ucap Sujai.

"Dan ingat, menghasilkan foto yang bagus dan mejadi seorang fotografer itu tidak mesti memiliki kamera mahal. Kita bisa menghasilkan karya foto yang bagus itu, belajar dari pengalaman. Karena sebaik-baik guru itu adalah pengalaman," pesan Sujai, sambil mengakhiri wawancaranya. 

 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Demi Menyalurkan Hobi, Fotografer Asal Jatim Rela Bersepeda Ratusan Kilo Meter Ke Kaldera Rinjani

Trending Now