Ratusan Fotografer Ikuti Jambore Fotografer NTB di Kaki Gunung Rinjani

Rosyidin
Minggu, Oktober 23, 2022 | 16.53 WIB Last Updated 2022-10-23T09:01:23Z
Humoris: Ketua panitia Jambore Fotografer NTB, Suherman SSTP saat memberikan sambutnya. (Foto: Rosyidin/MP). 

MANDALIKAPOST.com - Komunitas Lombok Landscaper menggelar Jambore Fotografer Nusa Tenggara Barat (JFN-NTB),  yang digelar di kaki Gunung Rinjani, Sembalun Lombok Timur, pada 22-23 Oktober 2022.


Giat tersebut, dihdiri oleh ratusan fotografer dari berbagai kota se-NTB termasuk dari luar daerah yakni Jawa Timur, Jakarta dan Bandung.


Selain itu, sejumlah mentor juga hadir untuk berbagi ilmunya. Mereka adalah, dua fotografer senior yakni Arbain Rambey, Martha Suherman dan ketua Yayasan Fotografer Indonesia (YFI), Andi Kusnadi.


Ketua Panitia, Suherman SSTP memaafkan dalam sambutannya. Bahwa, kegiatan ini ingin mengulang suksesnya Jambore Nasional Fotografer (JNFI) di Taman Nasional Bromo pada bulan Agustus 2022 yang lalu. 


Kemudian juga bertepatan dengan ulng tahun komunitas fotografer Indonesia yang ke 11, dan bertepatan dengan sebelas tahun komunitas Lombok Landscaper yang telah bergabung dengan komunitas fotografer Indonesia.


Selain itu menjalin silaturahmi antar komunitas fotograferi yang ada di NTB maupun dari luar NTB. Dan giat tersebut direncanakan kurang dari satu bulan. 


"Kurang dari satu bulan kami rencanakan kegiatan ini, saya rasa luar biasa untuk tingkat NTB, " Jelasnya. 


Pada kegiatan ini, peserta yang terigesterasi sebanyak 145 orang dari berbagai kota se-NTB dan dari beberapa daerah di Indonesia. Padahal peserta dibatasi diangka 100, namun rupanya peserta terus berdatangan. "Kalau kami tidak batasi, mungkin peserta lebih dari ini. , " ujarnya. 

Arbain Rambey, Martha Suherman dan ketua Yayasan Fotografer Indonesia (YFI), Andi Kunadi. (Foto: Rosyidin/MP).

Keberadaan komunitas Lombok Landscaper, lanjut pria akarab disapa Emond ini sudah berusia sebelas tahun. tetapi keberadaan komunitas ini baru beberapa tahun saja dilirik oleh pemerintah atau berkolaborasi dengan pemerintah. 


"Setelah kami masuk komunitas ini, barulah berjejer foto-foto hasil karya temen-teaman di kantor Bupati. Sebelumnya tidak ada," tandanya Emond. 


Kantor Bupati yang semegah itu, ia ingin jadikan galeri foto sehingga ketika orang atau  wisatawan datang ke kantor Bupati,  tidak perlu bertanya lagi hendak berkunjung ke suatu tempat yang ada di wilayah NTB, khususnya di Lotim. 


"Sehingga pemerintah bisa memfasilitasi tujuan wisatawan itu. Jadi fotograferi dan pariwisata tidak bisa dipisahkan," pungks Emond


Ia berharap, pemerintah melalui Kominfo  kedepan bisa memfasilitasi komunitas fotograferi tentang pelatihan foto jurnalisme. Agar para fotografer tidak beropini liar, maka dengan itu pemerintah berkewajiban untuk mengendalikan opini itu. 


Supaya apa yang disuguhkan oleh komunitas tersebut bisa terarah maksud dari suatu foto mupun narasinya. Sangat disayangkan Jikalau foto-foto dan narasinya liar, sehingga ia tidak ingin melihat Lombok khusunya punya ikon Sembalun tidak dikemas dengan baik. 


"Hal itulah perlu diarahkan potensi teman-teman ini, supaya Lombok Timur kedepan lebih maju. Karena fotografi, pariwisata dan jurnalisme tidak bisa dipisahkan," kata Emond


Dalam kesempatan itu, Emond mengucapkan terimakasih kepada teman-teman fotografer, atas didikasihnya selama ini yang telah mengexplore setiap sudut dan pojok yang ada di NTB, sehingga NTB umumnya bisa dikenal oleh orang luar. 


"Terimakasih kepada teman-teman, tanpa teman-teman barangkali tempat-tempat yang paling pojok, paling sudut di NTB ini tidak dikenal oleh orang luar" ucapnya.


Giat jambore fotografer ini, dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur melalui kepala dinas Kominfo Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Dr Faozan.

Kadis Kominfo Lotim, Dr Faozan didampingi Ketua panitia, Suherman SSTP pose bersama ketiga mentor Fotografer. (Foto:Rosyidin/MP). 

Faozan mengatakan dalm sambutannya, para peserta yang mengikuti jambore ini tidak akan kehabisan angle foto dikawasan kaki Gunung Rinjani. 


Menurutnya Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani, merupakan surganya fotografer untuk mengabadikan segala momen maupun keindahan alamnya.


"Kita tidak pernah bosan datang ke Sembalun, karena Sembalun memiliki ciri khas yang unik dan eksotik untuk diabadikan," katanya. 


Lewat jambore tersebut, ia berharap kepada para peserta bisa menyampaikan pesan dan kesan kepada dunia tentang keindahan alam Indonesia, khususnya Lombok. 


"Bumi Indonesia memiliki keindahan alam yang luar bisa, termasuk di wilayah Sembalun ini. Anugerah yang diberikan Allah patut kita syukuri,  semoga bisa menyampaikan kesan kepada dunia lewat karya fotograferi," harap Faozan.


Sementara itu, Ketua Yayasan Fotografi Indonesia, Andi Kusnadi mengatakan kegiatan jambore fotografer ini lanjutkan dari kegiatan serupa di Beromo.


Menurutnya, kegiatan jambore fotografer di Gunung Beromo beberapa bulan yang lalu menjadi pemicu kegiatan teman-teman fotografer didaerah. 


"Sejak kegitn itu, banyak dari teman-teman fotografer jejaring Indonesia itu menghubungi kami untuk melakukan kegiatan serupa di daerahnya," tuturnya. 


Diharapkan dari jambore ini, pihaknya ingin membuat jejaring fotografi secara nasional. Langkah awal menunaikan misi itu dimulai dari Gunung Bromo kemudian daerah-daerah lain diseluruh Indonesia.


"Kami ingin merangkai Indonesia dengan fotografi. Jika jejaring fotografi kuat, cerita tentang Indonesia tak akan pernah habis," tutup Andi. 


 



 












Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ratusan Fotografer Ikuti Jambore Fotografer NTB di Kaki Gunung Rinjani

Trending Now