Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Woja Dukung Program Unggulan Pemprov NTB

MandalikaPost.com
Kamis, Desember 08, 2022 | 13.54 WIB Last Updated 2022-12-08T06:03:54Z

Siswa SMAN 1 Woja membuat ecobrik dari sampah plastik.


MANDALIKAPOST.com - Sejumlah siswa SMAN 1 Woja nampak berkumpul di depan ruang Kepala Sekolah, Rabu siang 7 Desember 2022. Secara berkelompok, mereka membuat ecobrick dari botol bekas minuman mineral kemasan yang diisi dengan sampah plastik dan dipadatkan.


Setelah rampung, satu persatu mereka kemudian menyerahkan ecobrick kepada Kepala Sekolah.


"Kegiatan rutin setiap pekan, anak-anak bikin ecobrick. Nanti setelah cukup terkumpul akan dijadikan kerajinan meja atau kursi dan lainnya. Ini sudah lama berlangsung di sekolah ini," kata Kepala SMAN 1 Woja, Eva Patriani, S.Pd., M.Pd.


Mengadopsi semangat Zero Waste dan Industrialisasi, SMAN 1 Woja di Kabupaten Dompu melaksanakan Kurikulum Merdeka yang mendukung dua program unggulan Pemprov NTB tersebut.


Sekolah ini menerapkan Zero Waste, lingkungan bebas sampah. Sepekan sekali, setiap hari Sabtu, para siswa diwajibkan membawa dan mengumpulkan sampah plastik, yang kemudian dibuat jadi ecobrick. Sementara untuk sampah organik dari ranting pohon, dedaunan dan sisa makanan dan jajanan, dikelola menjadi pupuk kompos.


"Sampah plastik ini dijadikan kerajinan. Kalau sampah organik dijadikan pupuk kompos," ujar Eva Patriani.


Eva mengatakan ide tersebut muncul sebagai bentuk keprihatinan terhadap banyaknya sampah plastik. Ide itu kemudian diperkuat dengan program Pemprov NTB tentang zero waste.


"Karena di sini konsen kita soal sampah. Itu selaras juga dengan program zero waste," katanya.


Tak hanya pengelolaan sampah, SMAN 1 Woja juga mendukung program industrialisasi berskala kecil. Jenis sampah plastik tertentu diolah menjadi bahan bakar minyak, lewat teknoligi terapan sederhana.


Prosesnya cukup sederhana, sampah plastik dari gelas plastik bekas air mineral dicacah hingga kecil. Kemudian diproses dengan pembakaran menggunakan pipa besi. Hasil penguapan kemudian disuling.


"Yang BBM ini berasal dari sampah plastik kemasan gelal, kemudian dipotong kecil-kecil dan dimasukan wadah atau alat kemudian dibakar. Prosesnya penyulingan," kata Eva.


Kegiatan pengelolaan sampah ini sudah dilakukan SMAN 1 Woja sejak 2019, selepas Program Zero Waste dicanangkan Pemprov NTB. Sementara penyulingan BBM dari bahan sampah plastik mulai dilakukan pada Juli 2022 lalu.


Menurut Eva, inovasi ini dilakukan SMAN 1 Woja sebagai bagian implementasi Kurikulum Merdeka. Tiga prioritas sekolah juga mendukung Program unggulan NTB, Zero Waste dan Industrialisasi.


"Ada P5 dalam kurikulum merdeka, dan SMAN 1 Woja punya tiga prioritas antara lain Kehidupan Lingkungan Berkelanjutan, itu pengelolaan sampah menjadi kerajinan, kompos dan BBM. Kemudian Kewirausahaan, itu siswa diberi pembekalan kerajinan, dan yang ketiga Kearifan Lokal," kata Eva.


BACA JUGA : Apa dan Bagaimana Penerapan Kurikulum Merdeka ?


Kurikulum Merdeka telah diperkenalkan secara resmi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim pada Februari 2022 lalu. 


Nantinya, kurikulum ini akan menjadi pengganti Kurikulum 2013 yang saat ini masih digunakan oleh beberapa sekolah di Indonesia.


Ada beberapa istilah baru dalam Kurikulum Merdeka. Salah satunya adalah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat menjadi P5. 


Eva menambahkan, teknologi terapan penyulingan BBM di SMAN 1 Woja merupakan karya siswa sendiri. Ini didapatkan dari beberapa siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia pada 2019 lalu.


"Ada siswa ikut pertukaran pelajar di Australia, dan disana dia memenangkan untuk karya alat penyulingan ini. Awal 2022 dia kembali dan kami terapkan di sekolah, ternyata ini berhasil," kata dia.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Woja Dukung Program Unggulan Pemprov NTB

Trending Now