Lombok Timur Darurat Penerangan, Aksi Begal Payudara di Wanasaba Hantui Pengendara Perempuan

Rosyidin S
Selasa, Mei 05, 2026 | 18.34 WIB Last Updated 2026-05-05T10:42:48Z
Ilustrasi: Seorang prempuan korban begal payudara, (Foto: IstimewaMP).

MANDALIKAPOST.com – Minimnya fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di jalur utama menuju pariwisata Sembalun kembali memakan korban. Seorang pengendara perempuan berinisial R (24) menjadi korban pelecehan seksual begal payudara saat melintasi jalan raya Desa Karang Baru, Kecamatan Wanasaba, Lombok Timur, pada Senin (4/5) malam.


Peristiwa traumatis tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 Wita, tepat di jalur wisata Segara Anak yang dikenal gelap gulita saat malam hari. Kejadian bermula ketika R tengah berboncengan dengan rekannya menuju arah Sembalun. Sesampainya di jembatan perbatasan antara Desa Kembang Kerang Daya dan Desa Karang Baru, seorang pria misterius yang membuntuti korban tiba-tiba melancarkan aksinya.


R menuturkan bahwa pelaku muncul secara tiba-tiba dari arah belakang dan langsung melakukan tindakan asusila menggunakan tangan kiri sembari tetap memacu kendaraannya.


"Kejadiannya sangat singkat, tiba-tiba saja dari belakang ada yang pakai motor memegang payudara saya. Saya tidak memperhatikan motor yang dipakai oleh pelaku karena saat itu saya merasa kaget dan panik," ungkap R dengan nada bergetar saat memberikan keterangan, Senin (4/5) kemarin.


Meski dalam kondisi syok, R sempat berusaha meminta pertolongan warga sekitar. Namun, kondisi jalan yang sepi dan minimnya saksi mata membuat pelaku berhasil meloloskan diri dengan mudah.


"Saya hanya teriak dan minta tolong, karena saat itu jalanan agak sepi hanya beberapa kendaraan yang lewat, tapi tidak ada yang berhenti memberi pertolongan," tambahnya.


Identitas pelaku hingga kini masih gelap. R menyebutkan pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis matik besar seperti NMAX atau PCX, namun ia tidak dapat memastikan pelat nomor kendaraan tersebut karena kondisi lokasi yang tidak memiliki lampu jalan sama sekali.


"Saya tidak bisa melihat dengan jelas pelaku itu, karena dia langsung ngebut dan kami tidak bisa mengejar. Kondisi jalan juga gelap gulita, minim sekali penerangan di pinggir jalan," pungkasnya.


Pasca-kejadian, kondisi psikis R dilaporkan mengalami trauma berat. Ia sempat tidak mampu melanjutkan perjalanan sebagai pengemudi hingga posisinya harus digantikan oleh rekannya. Sambil meneteskan air mata, R berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut kasus ini melalui rekaman CCTV di sekitar wilayah pemukiman warga sebelum lokasi kejadian.


"Saya berharap ada CCTV di sekitar lokasi untuk menjadi bukti supaya bisa saya laporkan pelakunya ke polisi," tutupnya penuh harap.


Hingga berita ini diturunkan, warga setempat mendesak pemerintah daerah untuk segera memasang lampu penerangan jalan di jalur tersebut, mengingat statusnya sebagai jalan utama pariwisata yang rawan akan tindak kriminalitas di malam hari.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lombok Timur Darurat Penerangan, Aksi Begal Payudara di Wanasaba Hantui Pengendara Perempuan

Trending Now