Moment Menarik, Gubernur NTB Makan Pop Mie di Lapak UMKM Pacuan Kuda Sasake

Panca Nugraha
Minggu, Desember 25, 2022 | 17.15 WIB Last Updated 2022-12-25T09:16:32Z
Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah di lapak UMKM lapangan Pacuan Kuda Sasake, Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah.

MANDALIKAPOST.com - Ada moment cukup menarik dalam gelaran final race Pacuan Kuda di Lapangan Pacuan Sasake, Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Minggu siang 25 Desember 2022.


Di tengah gerimis, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah melangkah dari tenda tamu menuju deretan lapak UMKM, menapaki sebuah jembatan kayu dan bambu.


Di lapak milik Inaq Asni (30), Gubernur Zulkieflimansyah memesan seporsi Pop Mie, mie instan kemasan itu pun disantap.


"Ternyata nikmat, dingin-dingin makan pop mie," ujar Gubernur Zul.


Gubernur Zul berbincang dengan Inaq Asni. Sederhana saja, tentang berapa penghasilan lapak UMKM selama lomba pacuan kuda digelar.


Menurut Asni, ia bisa mendapat omzet Rp300 ribu sampai Rp500 ribu setiap hari. Yang dijual, makanan ringan, kopi, dan minuman ringan.


"Alhamdulillah, tiap hari dapat rejeki dengan adanya pacuan kuda ini," katanya.


Sebelum beranjak, Gubernur Zulkieflimansyah sedikit mensosialisasikan Zero Waste karena melihat tumpukan sampah plastik sisa makanan di lapak Inaq Asni. Asni pun membereskan sisa sampah dan menempatkannya dalam kardus bekas.


Ibu dua anak ini mengaku senang dan bangga lapaknya dikunjungi Gubernur NTB.


"Ya nggak menyangka pak Gubernur mau mampir dan makan pop mie di lapak sederhana ini. Bangga rasanya," katanya.


Final race lomba pacuan kuda Gubernur NTB Cup 2022 di lapangan pacuan Sasake, Lombok Tengah.

Lomba pacuan kuda Gubernur NTB Cup 2022 di Lapangan Pacuan Kuda Sasake, sudah berjalan hampir sepekan. Kegiatan digelar dalam rangkaian HUT NTB tahun ini. Kegiatan ini membawa peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Setidaknya ada 50 - 100 lapak UMKM di sana. Lapak sederhana terbuat dari kayu dan bambu seperti milik Asni.


Ketua Panitia Lomba, Lalu Hizy mengatakan, antusiasme masyarakat dan pengunjung cukup tinggi selama pacuan digelar.


"Jumlah kuda yang ikut pacuan sekitar 114 ekor kuda, mulai dari Kelas TK sampai Kelas G, atau Derby. Pesertanya dari pulau Sumbawa, Lombok dan dari luar, seperti Sumba NTT, dan Bogor, Jabar," katanya.


Menurutnya, multiplier effect dari kegiatab ini sangat dirasakan dampaknya bagi masyarakat sekitar. Terutama masyarakat di Lingkungan Kerajak dan Sasake, Kelurahan Sasake. Tak hanya pengelolaan parkir, tetapi juga kesempatan usaha dengan lapak UMKM.


"Kita berharap event pacuan kuda tradisional ini bisa menjadi daya tarik wisatawan juga. Selain itu untuk mempersiapkan bibit atlit berkuda menyongsong PON 2028 mendatang," ujarnya.


Gubenur Zulkieflimansyah mengatakan, lomba pacuan kuda di Sasake merupakan event pertama kalinya yang menyertakan Kelas G. Ini kuda dengan ukuran besar dan standar Pordasi.


Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri turut menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba pacuan kuda.


Dimulainya perlombaan dengan klasifikasi Kelas G ini dilakukan untuk meminimalisir joki cilik dalam pacuan.


"Ini pertama kalinya, ada Kelas G. Dan ini kudanya besar, sehingga jokinya pun dewasa nggak mungkin anak-anak. Saya secara pribadi juga nggak setuju Joki Cilik, tetapi untuk meminimalisir itu ya harus kita mulai pelan-pelan dengan klasifikasi kuda yang lebih besar," katanya.


Ia berharap event pacuan kuda di Lombok ini bisa menjadi atraksi pariwisata di daerah ini.


Dalam final race sekaligus penutupan Lomba Pacuan Kuda Gubernur Cup 2022 di Lapangan Pacuan Sasake, turut hadir Ketua TP PKK NTB, Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri, Kadispar NTB Yusron Hadi, Kadispora NTB Tri Budi Prayitno, Ketua REI NTB H Heri Susanto, Direktur RSUP NTB dr H Lalu Herman Mahaputra, dan sejumlah pejabat lainnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Moment Menarik, Gubernur NTB Makan Pop Mie di Lapak UMKM Pacuan Kuda Sasake

Trending Now