Kasus Demam Berdarah Di NTB , 12 Orang Meninggal Dunia

Ariyati Astini
Senin, Januari 30, 2023 | 19.31 WIB Last Updated 2023-01-30T13:38:34Z

 

Kepala Seksi P2PMZ (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Zainul Arifin, 




MANDALIKAPOST.com- Pada awal tahun 2023 ini, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima laporan sebanyak tiga ratus lebih kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di sejumlah Kabupaten/Kota di NTB. 


"Untuk terlapor posisi kita untuk kasus hari ini tahun 2022 kasus kita sebanyak 3191. Pada Januari 2023 ini sudah ada kasus 380 kasus yang dilaporkan. di Kabupaten  Lombok Timur dan Sumbawa belum ada laporan masuk,"  Kepala Seksi P2PMZ (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis) Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. Zainul Arifin, di Mataram, Senin, (30/01/23). 


Zainul Arifin  menyebutkan, kasus DBD terbanyak terjadi di Kota Bima 87 kasus dan Kabupaten Bima 75 kasus. Sedangkan untuk Kota Mataram yang terlapor sebanyak 27 kasus. Sementara untuk Kabupaten Lombok Barat yang jumlah penduduknya lebih banyak, terdapat sebanyak 47 kasus. 


"Jadi kalau dibanding dengan jumlah penduduk Kabupaten Bima dan Kota Bima itu sudah tinggi sekali, tentunya perlu dilakukan intervensi dengan adanya yang meninggal 8 orang di Bima dan 4 orang di Kota Bima. Kalo tahun kemarin Bima meninggal 1 orang dan kota Bima juga 1 orang, sekarang meninggal 8 jadi memang serius harus dilakukan tindakan-tindakan. 


Meningkatnya kasus kematian akibat DBD ini menjadi atensi serius pemerintah daerah, untuk itu pihaknya melakukan intervensi langsung dalam menekan kasus DBD ini. Namun demikian ditekankan pula agar pihak kabupaten/kota harus menjadi garda terdepan di wilayah masing-masing. 


"Kemarin kita dari provinsi sudah melakukan pertemuan secara zoom, terkait strategi apa yang harus kita lakukan,  tapi yang utama teman- teman kabupaten kota yang benar-benar yang harus di garis depan. Kita sebagai provinsi hanya men direct direktif saja pembimbing dan support logistik. Kalau support logistik apa saja dalam pemberantasan sarang nyamuk larva Sida sudah kita lakukan drop, seumpama ada permintaan lagi kami siap," ungkapnya. 


Untuk mengantisipasi meluasnya kasus DBD ini, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan kabupaten lain yang belum terkena kasus DBD. 


"Kabupaten/kota diharapkan melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang pertama dengan target bebas jentik 95%  artinya seratus rumah yang sudah disurvei sudah harus bebas jentik baru akan turun kasus demam berdarah, dan lima ini kalau ada jentik dalam satu bertetangga itu . Jadi minimal 95 targetnya kalau ingin demam berdarah hilang, harus  bebas jentik," jelasnya.


Menurutnya, foging ini sangat penting dilakukan untuk menekan terjadinya kasus DBD.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kasus Demam Berdarah Di NTB , 12 Orang Meninggal Dunia

Trending Now