Iklan BNS

NTB Mall, Pusat Oleh-Oleh dan Etalase Mini Industrialisasi Daerah

Panca Nugraha
Kamis, Januari 12, 2023 | 12.58 WIB
Dirut NTB Mall Indah Purwati Ningsih bersama Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah dan Ketua Dekranasda Bali, Putri Wayan Koster saat berkunjung ke Gerai NTB Mall di Mataram. (FOTO: Dok. NTB Mall)

MANDALIKAPOST.com - NTB Mall genap berusia 2 tahun pada 11 Desember 2022. Memasuki tahun ke-3 di 2023, optimisme NTB Mall menjadi pusat oleh-oleh terbesar sekaligus menjadi etalase mini program Industrialisasi di Nusa Tenggara Barat. Memberi nilai tambah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM.


****


H Ahmad Sanusi membawa 50-an piece produk Tortila dan Sambal Cengeh Lombok ke Gerai NTB Mall di jalan langko, Kota Mataram. Produk sebelumnya, sudah habis terjual, membuka awal tahun yang baik.


Pria 50 tahun ini warga Pringgarata, Lombok Tengah. Bersama istrinya, Sanusi menggeluti usaha kuliner rumahan di kampung halaman. Meski saat itu masih sederhana dan tradisional, produk sambal cengeh Lombok buatannya sempat laris manis di pasaran, seiring pariwisata NTB yang sempat bergeliat di tahun 2019, pasca gempabumi 2018.


H Ahmad Sanusi, pelaku UMKM mitra NTB Mall.

Toh, memasuki awal 2020 usaha Sanusi terancam pandemi dan turut terdampak. Sektor pariwisata NTB terpukul saat pandemi Covid-19 berbanding dengan angka kunjungan wisata yang terjun bebas. Sementara pamasaran digital belum semudah saat ini, Sanusi pun masih buta teknologi.


"Sempat hampir putus asa saat itu, karena habis gempa, terus ada Covid-19, pariwisata juga sepi tamu," kata Sanusi kepada Mandalika Post, Rabu 11 Januari 2023.


Beruntung, pada April 2020 Pemprov NTB menginisiasi program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Bantuan untuk masyarakat kurang mampu dan  warga terdampak pandemi Covid-19 ini dikemas dengan pola dari NTB untuk NTB. Semua produk dalam paket bantuan JPS Gemilang diserap dari UMKM lokal, termasuk sambal produksi Sanusi.


"Sejak itu kita dapat pembinaan dari Dinas Perindustrian dan juga Dinas Perdagangan. Sampai akhirnya 2021 bisa masuk ke gerai NTB Mall ini. Alhamdulillah, sekarang pemasarannya cukup baik, produk kami pun tak kalah saing, baik kualitas maupun kemasan," katanya.


Cerita Sanusi hanya sebagian kecil dari kisah sukses pelaku UMKM NTB yang berhasil "naik kelas", justru di saat tantangan pandemi mendera. Di Gerai NTB Mall, saat ini tercatat tak kurang dari 300 UMKM dengan 1.300 jenis produk yang ditawarkan. Mulai dari produk kuliner, herbal, kerajinan, kriya, hingga fashion berbahan tenun lokal. Sementara di e-commerce NTB Mall, tercatat lebih dari 3 ribu UMKM dengan hampir 15 ribu item produk yang ditawarkan.


Direktur Utama NTB Mall, Indah Purwati Ningsih mengatakan, 300 UMKM yang ada di official store NTB Mall adalah UMKM terpilih melalui seleksi dan kurasi produk.


"Jadi yang di Gerai Offline ini ada 300 UMKM yang produknya memang berkualitas, ready to eksport. Sementara yang di online store ada lebih dari 3 ribuan UMKM yang terdaftar," kata Indah.


QR-Code Memaksimalkan Pemasaran Digital


NTB Mall pertama kali dilaunching pada 11 Desember 2020 silam merupakan program Pemprov NTB melalui Dinas Perdagangan. Tujuan program adalah sebagai sarana edukasi dan pembinaan pelaku UMKM di NTB baik Lombok dan Sumbawa. Terutama dari aspek kualitas produk dan pemasaran.


Hal ini dilakukan untuk mendukung program industrialisasi dimana produk UMKM yang tadinya diproduksi tradisional home industry untuk didorong lebih modern.


"Jadi yang tadinya home industry kita tingkatkan lebih modern baik pengolahan, kemasan, hingga sistem pemasarannya," kata Indah.


Dirut NTB Mall, Indah Purwati Ningsih (berbaju putih) bersama pengunjung NTB Mall. (FOTO : Dok. NTB Mall)

Menurut Indah, perjuangan berjibaku dilakukan di saat masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan hingga awal 2022. Namun tantangan itu justru menjadi momentum untuk NTB Mall berinovasi mengembangkan e-commerce, pemasaran digital.


Setiap dua pekan sekali, NTB Mall mengadakan coffee morning bersama para UMKM mitra. Yang dibahas adalah kendala pemasaran, sistem promosi, hingga edukasi dan peningkatan mutu pemasaran digital.


Februari 2022, NTB Mall meluncurkan Quick Respons (QR) Code, atau Kode QR NTB Mall. Bekerjasama dengan assosiasi pariwisata dan hotelier, barcode oleh-oleh khas NTB ini sudah terpasang di sekitar 3.000 kamar hotel, di destinasi wisata unggulan.


"QR-Code NTB Mall ini terpasang di 3000-an kamar hotel, di kawasan Senggigi, Kuta Mandalika, dan Kota Mataram. Ini kita jemput bola, launching saat menjelang event MotoGP Mandalika 2022 lalu," kata Indah.


Dengan barcode oleh-oleh khas NTB itu, para tamu hotel bisa memesan produk dengan mudah, bahkan dari hotel tempat menginap. NTB Mall bekerja sama dengan jasa kurir lokal Fast Courier, dengan biaya antar sangat murah Rp10 ribu untuk tiap transaksi.


Etalase Mini Industrialisasi


Perkembangan NTB Mall di tahun ke dua cukup membanggakan. Bersama Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan NTB, Dekranasda NTB dan stakeholders pendukung lainnya, beberapa inovasi NTB Mall mampu terealisasi apik. Terutama memasuki penghujung pandemi dan bergeliat kembali event pariwisata di daerah ini.


Triwulan akhir 2022, Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah meresmikan gerai Kuliner Legend NTB Mall di komplek store Bandara Internasional Lombok (BIZAM).


Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah bersama Ketua Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah dan Dirut NTB Mall Indah Purwati Ningsih saat peluncuran gerai Kuliner Legend NTB Mall di komplek store Bandara Internasional Lombok (BIZAM). (FOTO: Dok. NTB Mall)

Di gerai bandara ini, beragam kuliner populer khas NTB bisa dinikmati praktis, atau dibawa pulang sebagai buah tangan.


"Di gerai kuliner legend, kuliner populer dikemas dalam kemasan cepat saji. Ada Ayam Taliwang, Ayam Rarang, Sate Rembige dan lainnya," ujar Indah.



Indah mengatakan, melihat perkembangan NTB Mall dua tahun berjalan Pemerintah Provinsi NTB akan mengembangkan gerai offline yang lebih representatif di tahun 2023 ini. Gedung berlantai III di kompleks Islamic Center rencananya akan dimanfaatkan sebagai Gerai NTB Mall.


"Pak Gubernur ingn NTB Mall menjadi pusat oleh-oleh terbesar di daerah ini. Rencananya offline store akan menempati gedung di Islamic Center, saat ini tengah disiapkan," kata Indah.


Lokasi baru ini nantinya akan dikelola terintegratif. Selain ada lapak artshop dan produk UMKM, juga tersedia food court untuk kuliner populer khas NTB. Lebih dari itu, papar Indah, juga akan ada destinasi eduwisata, di mana pengunjung atau wisatawan yang datang bisa melihat proses pembuatan tenun dan kerajinan lain di NTB.


"Polanya juga akan satu harga. Sehingga tamu yang ingin beli tenun Sumbawa misalnya, bisa di NTB Mall dengan harga yang sama dengan di Sumbawa," katanya.


Saat ini gerai offline NTB Mall terletak di kompleks kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB di jalan Langko, Kota Mataram.


Berkunjung ke sini cukup nyaman dengan gerai yang tertata rapi bersih dan berpendingin ruangan. Ada mini bar Pojok Kopi untuk bersantai sambil menikmati aneka kopi asal NTB.


Toh, areal parkir yang terbatas, sulit menarik rombongan wisata dalam jumlah besar ke gerai ini.


"Tapi kami optimistis, jika sudah di lokasi baru dan space parkirnya memadai, NTB Mall bisa terealisasi menjadi pusat oleh-oleh sekaligus menjadi etalase mini Industrialisasi NTB," katanya.


Selalu Ada Cahaya di Ujung Terowongan


Program Industrialisasi yang dicanangkan Pemprov NTB sejak 2018 silam, memang bukan hal mudah yang bisa terwujud dengan sekali berkedip. Apalagi, saat program diluncurkan di masa awal pemerintahan Gubernur Dr Zulkieflimansyah dan Wagub Dr Sitti Rohmi Djalillah, daerah NTB baru saja menghadapi bencana gempa bumi dengan dampak terparah sepanjang 4 dekade.


BACA JUGA: Industrialisasi Mendorong Generasi Muda NTB Berani Berwirausaha


Pandemi Covid-19 yang datang sejak awal 2020 turut menjadi tantangan dan kendala di saat rehabilitasi dan recovery pasca gempa 2018 belum benar-benar pulih. Tapi, seperti yang diungkapkan Gubernur Zulkieflimansyah "Selalu ada cahaya di ujung terowongan", mulai menampakkan wujud.


"Kita bisa bilang NTB Mall ini wujud nyata industrialisasi di daerah ini. Bagaimana ada nilai tambah di setiap sumber daya kita," kata Dirut NTB Mall, Indah Purwati Ningsih.


Dirut NTB Mall yang juga Ketua Garda Transfumi NTB Indah Purwati Ningsih saat menerima penghargaan TOP 1 Garda Transfumi Nasional dari Kementerian Koperasi dan UKM, di Jakarta. (FOTO: Dok. NTB Mall)

Berdasarkan data, sepanjang tahun 2022 setidaknya 26.445 UMKM di NTB mampu bertransformasi dan mengantungi Nomor Induk Berusaha (NIB). Untuk prestasi itu, NTB akhirnya meraih penghargaan TOP 1 Garda Transfumi Nasional dari Kementerian Koperasi dan UKM. NTB dinobatkan sebagai daerah paling progresif dengan pencapaian terbaik nasional dalam proses transformasi formal usaha mikro.


Bersama International Council for Small Business (ICSB) NTB dan Garda Transformasi Formal Usaha Mikro (Transfumi) NTB, NTB Mall terus mendorong pertumbuhan wirausaha baru di NTB.


Desember 2022, Lomba Wirausaha Muda NTB dilaksanakan. Animo luar biasa dari Lombok dan Sumbawa.


"Dari 400 peserta pendaftar, akhirnya terpilih Top 10 yang produknya luar biasa. Misalnya, ada produk Horseganik Clay Masker, ini skincare berbahan Susu Kuda Liar Sumbawa," katanya.


Menurut Indah, hal ini tak lepas dari semangat Direktur Wilayah ICSB NTB yang juga Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah yang terus mendorong jiwa-jiwa enterpreneurship generasi muda NTB.


Untuk Top 10 lomba wirausaha 2022 itu, pendampingan dan pembinaan akan dilakukan. Mulai dari peningkatan mutu produk, kemasan, hingga perizinan.


"Selama ini Bunda Niken sebagai Ketua Dekranasda dan Direktur Wilayah ICSB NTB menjadi inspirasi yang luar biasa untuk generasi muda di NTB," katanya. (*)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • NTB Mall, Pusat Oleh-Oleh dan Etalase Mini Industrialisasi Daerah

Trending Now

Iklan