Pariwisata NTB Perlu "Grand Design" agar Terintegrasi, Berkesinambungan

MandalikaPost.com
Rabu, Mei 31, 2023 | Mei 31, 2023 WIB Last Updated 2023-05-31T14:05:01Z
Anas Urbaningrum bersama Ketua PKN Pimda NTB, TGH Fauzan Zakaria dan Sekpim PKN NTB, Abdul Hakim, dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

MANDALIKAPOST.com - Pembangunan sektor pariwisata di NTB ke depan dinilai memerlukan sebuah grand design, agar bisa terintegrasi dan berkesinambungan.


Hal ini disampaikan Ketua Partai Kebangkitan Nasional (PKN) Pimpinan Daerah (Pimda) Provinsi NTB, TGH Fauzan Zakaria, dalam diskusi ringan pariwisata, Rabu sore 31 Mei 2023 di Mataram.


"Sudah saatnya membuat grand design pariwisata NTB, agar kedepan lebih terintegrasi dan bersekinambungan," kata Fauzan, didampingi Sekpim PKN NTB, Abdul Hakim.


TGH Fauzan Zakaria yang pernah menjabat Ketua BPPD NTB, mengaku bangga bahwa NTB sudah menempatkan diri sebagai destinasi wisata berkelas internasional. Terlebih setelah Sirkuit Mandalika di kawasan The Mandalika, Lombok Tengah sudah mulai menjadi venue bagi sejumlah ajang motosport, MotoGP dan WSBK dua tahun terakhir.


Keberadaan Sirkuit Mandalika dan keberhasilan gelaran MotoGP dan WSBK juga menjadi trigger yang mendorong NTB, Lombok dan Sumbawa menjadi venue bagi event motocross internasional MXGP, yang pada Juni nanti di gelar dua seri di Sirkuit Samota da Sirkuit Bank NTB Syariah, di eks bandara Selaparang Mataram.


Namun, kata Fauzan, dengan pertumbuhan di destinasi superprioritas itu jangan sampai melupakan destinasi penyangga lainnya. Terutama destinasi lain yang sudah lebih dulu ada, seperti kawasan Senggigi di Lombok Barat.


Menurut Fauzan, pemerintah perlu memikirkan grand design pariwisata NTB untuk mengantisipasi kesenjangan pertumbuhan di tiap dan antar destinasi wisata.


"Dengan grand design ini maka pengelolaan sektor pariwisata bisa lebih terintegrasi dan berkesinambungan," katanya.
 

Fauzan mengatakan, grand design pariwisata NTB akan menjadi pondasi yang sangat penting bagi pengembangan dan pengelolaan sumber daya pariwisata, yang secara konkret akan memberikan visi, arah dan rencana yang jelas bagi pengembangan pariwisata.


Selain itu, sekaligus akan memberikan panduan atau arahan bagi stakehoders yang terkait dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi pariwisata secara terarah, tepat sasaran dan berkelanjutan.


"Sehingga kebijakan strategi dan program yang ada didalamnya diharapkan akan memberikan solusi pengelolaan sumberdaya pariwisata sekaligus memberikan multiplier effect kepada kesejahteraan masyarakat pada umumnya," katanya.


Grand design pariwisata menurutnya sangat mendesak, untuk pembangunan kepariwisataan NTB ke depan.


"Karena pariwisata ini nggak bisa digarap parsial, harus melibatkan multipihak dan multisektoral. Sehingga grand design sangat perlu," ujarnya.


Sekpim PKN NTB, Abdul Hakim menambahkan, sektor pertanian secara luas dan sektor pariwisata merupakan dua sektor unggulan yang menjadi modal besar bagi pembangunan NTB.


Itu sebabnya, PKN NTB akan berfokus pada dua isu strategis tersebut di daerah ini.


"Karena sektor pertanian dan pariwisata ini merupakan potensi yang luar biasa di NTB," ujarnya.


Tentang PKN


Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Kantor Pimpinan Nasional PKN beralamat di Jalan Ki Mangunsarkoro No.16A, Menteng, Jakarta Pusat.


Awal berdiri


Dikutip dari situs resmi, PKN berdiri pada 28 Oktober 2021 bertepatan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda.


Partai ini sebelumnya bernama Partai Karya Perjuangan yang terdaftar pada 2008 berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.HH-23.AH.11.01 Tahun 2008 tertanggal 3 April 2008.


Partai itu kemudian dideklarasikan ulang dengan nama baru Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) di Jakarta pada 28 Oktober 2021.


Perubahan nama baru menjadi Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ditetapkan di Jakarta dalam Musyawarah Nasional Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) yang diselenggarakan pada tanggal Kamis 28 Oktober 2021, sekaligus juga menetapkan pembaruan bendera/lambang dan penyesuaian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART).


Loyalis Anas Urbaningrum


Ketua Umum PKN I Gede Pasek Suardika mengatakan, partai politik itu didirikan oleh sejumlah loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.


Pasek menyebutkan, loyalis Anas yang menjadi bagian PKN antara lain mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir, eks pengurus Demokrat Ian Zulfikar, aktivis HMI Asral Hardi, wartawan dan fotografer Bobby Triadi, serta Sri Mulyono yang kini menjabat sekretaris jenderal PKN.


Pasek juga pernah menjadi anggota Partai Demokrat mulai dari 2008 sampai 2014. Dia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) fraksi Partai Demokrat periode 2009-2014.


Kemudian Pasek pindah ke Partai Hanura pada 2016 sampai 2021. Lelaki kelahiran 21 Juli 1969 itu juga pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2014-2019.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pariwisata NTB Perlu "Grand Design" agar Terintegrasi, Berkesinambungan

Trending Now