Lagi Kebakaran Hutan Landa Kawasan Bukit Sempana Sembalun

Rosyidin
Sabtu, Juni 17, 2023 | Juni 17, 2023 WIB Last Updated 2023-06-17T13:51:08Z
Kebakaran hutan landa padang savana bukit Sempana Sembalun, (Foto: Istimewa/MP). 

MANDALIKAPOST. com - Padang savana Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur terbakar lagi sejak Jumat (16/6) kejadian sekitar pukul 18.00 WITA. 


Kepala KPH Rinjani Timur Dinas DLHK NTB, Mustara mengatakan dalam rilis diterima media ini terkait dengan kebakaran di kawasan puncak bukit Nanggi dan bukit Sempana. 


Perkiraan kejadian pukul 18.00 Wita. Laporan dari petugas dilapangan yang terbakar areal bukit Sempana. "Saat ini tim sedang melakukan pemantauan dari wilayah Sembalun. Karena lokasi sangat jauh, maka diputuskan tim dari KPH Rinjani Timur akan berangkat menuju TKP besok pagi (Sabtu-red)," terangnya. 


Kepala Resort Pengelola Hutan (RPH) Sembalun,  Supaendi membenarkan terjadinya musibah kebakaran di kawasan hutan bukit Sempana, desa Sembalun Bumbung. tersebut. 


“Benar terjadi kebakaran hutan di Bukit Sempana sekitar pukul 09.00 WITA. Kami lihat kepulan asap api di kawasan bukit tersebut," tuturnya, Sabtu (17/6). 


Melihat kejadian tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Sembalun, Koramil 1615 Sembalun dan Kepala Resort TNGR Sembalun untuk memadamkan api tersebut. 


“Begitu dapat info, langsung kami kordinasi dengan pihak terkait. Sekitar pukul 09.00 WITA Sabtu pagi, tim langsung bergerak naik untuk memadamkan api itu menggunakan alat seadanya," kata Supardi. 


Adapun luas lahan dan titik kordinat yang terbakar saat ini belum bisa dipastikan, sambung Supaendi. Mengingat hingga saat ini api sudah padam, kalau dilihat dari Desa Sembalun dan sekitarnya. 


“Kami tidak bisa memastikan luas yang tebakar, karena kami masih berupaya naik ke bukit untuk mengecek lokasi (TKP) titik apinya," uajrnya. 


"Alhamdulillah di wilayah Sembalun apinya sudah padam, infonya dua titik di wilayah Pringgabaya belum padam. Itu yang kami krocek naik bersama tim," imbuhnya. 


Sementara penyebab kebakaran tersebut, sedang dalam penyelidikan oleh pihaknya bersama Polsek Sembalun, apakah disebabkan oleh alam atau sengaja dibakar. 


“Ini yang sedang kami dalami dan kami selidiki besama bapak Kapolsek apakah disengaja atau tidak," katanya. 


Hal yang sama disampaikan oleh Kapolsek Sembalun, AKP Wahyu Indrawan S.Sos membenarkan telah terjadi kebakaran di kawasan padang savana dibukit tersebut. 


"Kami dapat info dari Bapak Kapolres Lotim, dan kami langsung diperintahkan oleh beliau ikut memadamkan api di TKP," katanya. 


Menindak lanjuti konfirmasi tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Kepala Resort RPH Sembalun dan Kepala Resort TNGR Sembalun. 


Sesuai dengan Hotsport dilapangan, bahwa ada dua titik di bukit Pepadak Aik Pait wilayah Kecamatan Pringgabaya berbatasan dengan Kecamatan Suela. 


"Hari ini, sekitar jam 10.00 WITA tim gabungan dari Polsek Sembalun  dan KPH Rinjani Timur turun kelapangan sekaligus melakukan upaya pencegahan melebarnya apa di kawasan tersebut," terang Wahyu. 


Untuk itu Wahyu menghimbau kepada masyarakat maupun para wisatawan yang hendak ke bukit Sempana dan sekitarnya. Untuk tidak membuat kerapian menggunakan kayu dan atau yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan. 


"Kami mengimbau kepada masyarakat dan pengujung bukit Sempana untuk tidak menebang pohon, untuk mebuat perapian dan api unggun. Karena hal tersebut bisa menyebabkan potensi kebakaran padang savana yang ada di kawasan itu," tegasnya. 


Untuk diketahui, hingga berita ini diturunkan tim gabungan 15 orang dari unsur TNI-Polri, TNGR dan RPH Sembalun berhasil memadamkan api tersebut. 


"Tim saat ini sedang dalam perjalanan pulang dari TKP, menurut informasi sementara luas yang terbakar di kawasan Sembalun itu 5 Hektar. Kemudian di kawasan Kecamatan  Pringgabaya di perkirakan sekitar100 Hektar," tutup Wahyu.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lagi Kebakaran Hutan Landa Kawasan Bukit Sempana Sembalun

Trending Now