11 Tahun di Al Zaytun, Wanita Ini Beberkan Fakta Mengejutkan !!

MandalikaPost.com
Kamis, Juli 20, 2023 | 22.42 WIB Last Updated 2023-07-20T14:42:00Z
Icha, alumni Ponpes Al Zaytun. (FOTO: tangkapan layar Channel Youtube Ngaji Roso)

MANDALIKAPOST.com - Seorang wanita bernama Icha (32), mengungkapkan apa yang dialaminya selama 11 tahun menjadi santriwati di Ponpes Al Zaytun sejak 1999 hingga 2010.


"Yang saya rasakan (sebagai Alumni Al Zaytun) sayang hebohnya baru sekarang. Harusnya hebohnya dari awal di saat Al Zaytun berdiri. Dimana Washinton Post itu menulis Al Zaytun itu sebagai Ponpes Terbesar di Asia Tenggara," kata Icha seperti dilansir dalam podcast Channel Ngaji Roso.




Ia juga menyayangkan belakangan ini publik hanya menyoroti kontroversi, padahal banyak juga hal baik yang dilakukan Al Zaytun untuk Indonesia.


"Aku tidak mau komentari apakah berita itu berimbang atau tidak.Tapi aku berharap masyarakat Indonesia bisa lebih cerdas mencerna informasi," katanya.


Dijelaskan, di zamannya biaya masuk Al Zaytun 3.500 USD untuk 6 tahun, tanpa SPP. 


Icha masuk di Al Zaytun sejak tingkat MTs atau sederajat SMP.


"Pesantren Spirit dengan Sistem Modern. Misalnya di Ponpes kita masak sendiri di Al Zaytun tidak. Semua disediakan," kata wanita asal Magelang ini.


Icha mengatakan selama belajar di Al Zaytun banyak hal yang bisa didapat. Misalnya pengalaman organisasi pelajar.


"Waktu organisasi pelajar itu dibentuk, kita bebas mengajukan diri jadi pemimpin atau presiden santri, kita bebas berkampanye dengan visi misi, bisa debat sesama kandidat. Aku kebetulan jadi Presiden Santri pertama," katanya.


Selain ada presiden santri, ada juga kabinet santri yang berisi para menteri. Hal ini menurut dia sangat membantu membentuk karakteristik kepemimpinan sejak dini.


Disinggung soal Panji Gumilang, Icha menegaskan, sosok Panji Gumilang sangat visioner.


"Waktu masih santri, kadang syeikh Panji sudah sampai K kita baru sampai C. Jadi kadang, aku mikir otakku ini nggak nyampai. Jadi kita harus ngulik lagi apa sih yang disampaikan syeikh," katanya.


Ia mencontohkan, masalah pembangunan Al Zaytun dengan megah dan areal yang sangat luas.Kenapa harus dibangun sebesar itu?.


"Ternyata karena tujuannya ingin membangun Pusat Budaya Tolerasi dan Budaya Perdamaian. Bahkan ada asrama yang diresmikan bersama oleh beberapa pemuka agama, makanya dinamakan Asrama Persahabatan," katanya.


Apa saja pengalaman Icha selama 11 tahun di Al Zaytun?.


SIMAK WAWANCARA LENGKAPNYA DI DALAM VIDEO BERIKUT :

11 Tahun di Al Zaytun, Wanita Ini Bongkar Kejadian Yang Dialami




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 11 Tahun di Al Zaytun, Wanita Ini Beberkan Fakta Mengejutkan !!

Trending Now