H Istajib Zain Resmi Sandang Gelar Doktor Ilmu Dakwah

MandalikaPost.com
Senin, Juli 24, 2023 | 21.46 WIB Last Updated 2023-07-24T13:46:12Z

 


MANDALIKAPOST.com - Kepala Department Kepemimpinan & Kepemudaan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) H. Istajib Zain, S.E., M.Ag  resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Dakwah.


Pada Sidang Promosi Terbuka Doktor Ilmu Dakwah Fakultas Agama Islam Universitas Assyafi’iyah Jakarta (UIA), pria yang juga menjadi Praktisi Perbankan PT.Bank KB Bukopin, Tbk ini berhasil mempertahankan disertasinya tentang Model Dakwah Digital Berbasis Platform E-Rohani Dalam Pembentukan Integritas Sumber Daya Manusia Kepolisian Republik Indonesia dihadapan para penguji yang terdiri dari Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Universitas Asyafi’iyah yaitu Prof.Dr.H.Dailami Firdaus, S.H., L.LM.,M.B.A, Rektor UIA Prof.Dr.Masduki Ahmad, S.H., M.M. dan penguji tamu Direktur Deradikalisasi BNPT RI Brigadir Jenderal Polisi.R.Ahmad Nurwakhid, S.E.,M.M.



Setelah menjalani wisuda, Sabtu (22/7/2023), H.Istajib Zain resmi tercatat sebagai Doktor Ilmu Dakwah ke- 9 di UIA Jakarta. Anak dari pasangan orang tua KH.Akhmad Khubaiti dan Ibu Sumarni serta anak angkat dari Bapak Setiawan Sudarmadji mantan Direktur Operasional PT.Bank KB Bukopin ini masuk dalam jajaran 3 Doktor Ilmu Dakwah UIA Jakarta dengan predikat Cumlaude. Ia pun masuk ke dalam jajaran lima lulusan terbaik FAI UIA Jakarta.



Dalam desertasinya, Istajib Zain menjelaskan, bahwa Model Dakwah dengan platform digital memang sangat diperlukan, sebaga inovasi dalam dakwah untuk menjawab tantangan zaman dimana semuanya ingin serba instan termasuk didalamnya dakwah sebagai kebutuhan rohani, maka mengharuskan para pendakwah beradaptasi dengan teknologi &  informasi.


Dan dalam hal ini  E-Rohani di pilih oleh BagbinRel Rowatpers SSDM Mabes Polri sebagai solusi untuk menyebarkan Ilmu pengetahuan agama kepada anggota Polri untuk mengisi kekosongan ruang dakwah digital. Hal ini tentu dilatarbelakangi karena keterbatasan jumlah personel sehingga tidak dapat menjangkau seluruh anggotanya  dan kendala teknis yg dihadapi dilapangan seperti kesibukan anggota sehingga tidak dapat berkumpul pada suatu tempat yg ditentukan yang pada akhirnya pembinaan rohani tidak maksimal. 


Dengan platform digital E-Rohani inilah kemudian diharapkan semua anggotanya dapat mengakses ilmu pengetahuan agama, sehingga hak-hak Rohani mereka dapat terpenuhi secara maksimal. Tentu dengan semakin meningkatkannya pengetahuan agama para anggota akan semakin baik dalam menjalankan tugasnya sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.


Dan tentu E-rohani juga menjadi salah satu upaya Polri dalam membetuk SDM unggul yang memiliki integritas karena terpenuhinya dengan baik asupan jasmani &  rohani, serta upaya pembinaan dan perbaikan internal untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

 

Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan Istajib Zain berupaya melihat secara mendalam peran platform E-rohani dalam meningkatkan integritas anggota Polri apakah sudah tepat dan perlu adanya perbaikan agar sesuai dengan kebutuhan. Dalam penelitiannya, Istajib Zain tidak hanya menggunakan metode studi dokumentasi , FGD, survei dan wawancara mendalam.


Dia juga mencoba memanfaatkan dan mengembangkan konstruksi teoritis dengan menghadirkan konsep (variabel) sesuai dengan keterjangkauan data penelitian. Sehingga dapat menyajikan informasi yang komprehensif dan terkait metode dakwah berbasis plarform digital.


 
Dengan demikian, dihasilkan temuan baru mengenai pentingnya Model Dakwah Berbasis Platform Digital, dengan memaksimalkan Teknologi untuk memproduksi aplikasi yang kontennya mengarustamakan moderasi dalam beragama, menjunjung tinggi kearifan lokal, dan tentu toleransi antar umat beragama, meningkatkan wawasan kebangsaan, penguatan idiologi pancasila dalam berbangsa & bernegara, penguatan konsensus kebangsaan.



“Alhamdulillah. Terima kasih untuk tim penguji. Terima kasih untuk kedua orang tua, sahabat-sahabat seperjuangan, Bapak Abdul  Hamid,Lc., M.Kom.I., Ph.D ( Promotor & pembimbing)  &  Ibu Dr.Siti Nuri Nurhaidah, M.A. yang selalu memberi motivasi dan dorongan. Terima kasih juga untuk istri saya, Kumoro Wati, dan anak-anak saya yang selalu mendukung penuh. Semoga desertasi saya juga bermanfaat Agama, Bangsa , Negara,” papar Istajib Zain.



Pria berusia 35 tahun ini juga mengajak para sahabat  lainnya untuk mengikuti jejaknya dengan tidak lelah mengikuti dan menjalani studi baik di luar maupun dalam negeri.



"Jangan pernah lelah menuntut ilmu. Insyaa Alloh jika kita menuntut Ilmu diniatkan karena Alloh, maka akan dimudahkan segala sesuatunya. Dan jika Alloh ridho dengan keilmuan kita, maka Alloh akan muliakan derajat kita didunia dan kelak diakhirat. Semoga bertambah ilmu bertambah ketaatan dan bertambah kebermanfaatan,” ujarnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • H Istajib Zain Resmi Sandang Gelar Doktor Ilmu Dakwah

Trending Now