Kisah Inspiratif Suhaedi, GM Hotel Parkside Alhambra Aceh yang Pernah Lama di Lombok

MandalikaPost.com
Senin, Agustus 28, 2023 | 16.44 WIB Last Updated 2023-08-28T08:44:36Z
Edi Suhaedi.

MANDALIKAPOST.com - Ada kisah inspiratif dari GM Hotel Parkside Alhambra Aceh, Edi Suhaedi.


"Kunci rahasia keberhasilan itu melayani tamu sepenuh hati dan bergaul dengan semua kalangan," ujar Edi saat dihubungi Mandalika Post, Senin 28 Agustus 2023.


Inspiratif !!. Bagi insan perhotelan (hotelier), jabatan General Manager (GM) menjadi tolak ukur kesuksesan karir. Butuh waktu belasan hingga puluhan tahun untuk menduduki jabatan itu, terlebih jika hotel tersebut berbintang dan masuk dalam grup hotel dengan jaringan yang besar.


Lebih dari 31 tahun memiliki pengalaman di perhotelan, bagi Suhaedi, jabatan GM merupakan tantangan yang menuntut totalitas.


"Tantangan itu dapat mengasah kemampuan dan memacu diri agar lebih termotivasi untuk lebih maju," kata Edi sapaan karib Suhaedi.


Pria friendly ini mengawali karier dari Food and Beverages (F&B). Ia sudah tiga kali menjabat GM berturut-turut sebelum GM di Parkside Alhambra Hotel Banda Aceh. Terakhir Edi menjabat GM di Hotel Bidari Lombok, NTB.


Kunci rahasia keberhasilan itu, ungkap Edi, melayani tamu dengan sepenuh hati dan bergaul dengan semua kalangan.


“Gaya manajemen saya didasarkan pada keyakinan bahwa perbedaan adalah anugerah," katanya.


Karena itu, lanjut Edi, komunikasi merupakan hal paling penting dimiliki setiap orang yang ingin sukses.


"Pada saat yang sama, saya melatih staf untuk menjaga kualitas layanan kepada tamu.” ujarnya.


Dalam menjakankan manajemen, Edi selalu menekankan demokrasi. Ia juga kerap meminta masukan dari berbagai pihak termasuk bawahan jika hendak memutuskan sesuatu. "Sebab, semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan."


Edi memulai kariernya sebagai waiter di Borobudur Inter-Continental Hotel Jakarta pada 1991. Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang di masa kuliah. Namun, pengalaman coba coba tersebut akhirnya mencuri perhatian Edi untuk lebih serius terjun ke dunia hospitality.


“Ya walaupun jurusan kuliah saya tidak sesuai dengan apa yang saya lakoni waktu itu, ada sesuatu yang berbeda di dunia perhotelan ini, terutama di bagian Food & Beverages, yaitu tantangan yang besar dan sesuai passion saya untuk berinteraksi dengan banyak orang,” kenang pria yang dikenal humble dan murah senyum ini.


Setelah menjejal pengalaman di berbagai hotel di Jakarta,  pada Maret 2003, Edi memutuskan hijrah ke Bali, melanjutkan petualangan berkarier sebagai Asst F&B Manager hingga Hotel Manager di beberapa hotel milik Intan Hotel Group hingga 2006.


Merasa belum mendapat pengetahuan maksimal saat bekerja di hotel yang berafiliasi dengan manajemen lokal, pada 2006, Edi memutuskan bergabung dengan ACCOR Group sebagai F&B Manager hingga tahun 2013 dan Best Western Group hingga tahun 2016.


Setelah berkarier cukup lama sebagai manajer F&B, Edi pun mencari tantangan baru menjadi Executive Assistance Manager/GM Incharge di Jambuluwuk Thamrin Jakarta pada tahun 2019 dan berlanjut menjadi General Manager di Bidari Hotel & Lounge Mataram,  Lombok, pada 2022. Sekarang, Edi menjabat sebagai Hotel Manager di Parkside Alhambra Hotel Banda Aceh.


Mengapa memilih Aceh? Edi mengaku sangat terkesan dengan daerah ujung pulau Sumatera ini. 


"Aceh buat saya, merupakan satu daerah yang sangat istimewa. Selain menerapkan syariat Islam, tenang, damai, aman, dengan budaya kebersamaannya yang menonjol, membuat saya penasaran ingin mengeksplorasi Aceh lebih dekat. Dan ternyata Aceh memang seindah dan sedamai itu,” ujar Edi sembari melempar senyum.



Menurut Edi, selain budaya keislaman yang kental, kuliner Aceh juga sangat mencuri perhatiannya. Sebagai Maestro di bidang F&B. Edy menilai bisnis kuliner sangat menjanjikan di Aceh asal dikemas dengan konsep yang sangat menarik.


Hal itu juga yang dianggap sebagai tantangan yang harus dibuktikan olehnya. Karena saat ini, Edi sedang fokus mempromosikan Sevilla Bistro, restaurant hotel Parkside Alhambra, yang terbuka untuk umum.


“Ya kita harus berpikir out of the box. Tak boleh stop untuk memotovasi diri kita sendiri atau orang lain. Banyak kompetitor itu bagus karena membuat kita harus berpikir bagaimana kita harus tampil beda,” ujar Edi di hotelnya, Jalan Pante Pirak, belum lama ini.


Edi optimis dengan keunikan konsep Spanyol yang dimiliki Sevilla Bistro, akan membuat restaurant ini mendapat tempat di hati masyarakat Aceh. 


“Mulai dari nama restaurant, interior yang futuristik, desain warna yang ceria membuat Sevilla Bistro ini menjadi tempat nongkrong yang sangat instagramable. Bukan itu saja, menu yang disediakan juga makanan barat (western food) pilihan yang kekinian dengan harga yang terjangkau,” jelasnya.


Edi mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk berkunjung ke Sevilla Bistro yang berlokasi di Simpang Lima Banda Aceh.


“Sevilla Bistro terbuka untuk umum, jadi buat masyarakat Aceh yang ingin menikmati suasana di Sevilla Bistro, kami tunggu kedatangannya ke tempat kami di jam operasional 11.30-23.00 WIB. Pelayanan dijamin puas. Kami siap melayani para tamu dengan sepenuh hati,” pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kisah Inspiratif Suhaedi, GM Hotel Parkside Alhambra Aceh yang Pernah Lama di Lombok

Trending Now