Peserta Pelatihan Jurnalistik Mandalika Post Kunjungi The Griya Lombok, Ini Keseruannya

Hasrul Hadi
Minggu, September 03, 2023 | 18.14 WIB Last Updated 2024-01-16T12:00:58Z

 

 Pelatihan Jurnalistik Mandalika Post Kunjungi The Griya Lombok

MANDALIKAPOST.com - Lima mahasiswa peserta pelatihan jurnalistik Mandalika Post Learning Center, berkunjung ke galery paper art The Griya Lombok, Sabtu 3 September 2023.


Para peserta disambut hangat oleh om Theo, pemilik The Griya Lombok yang terletak di Jalan Layur Nomor 777, Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.


Pria ramah bernama lengkap Theo Setiadi Suteja ini menjelaskan bagaimana awal mula gagasannya membangun The Griya Lombok.


Om Theo ke Lombok sekitar tahun 2010 dan 2011 dia mulai membangun The Griya Lombok.


"Awal memulai membangun The Griya Lombok karena saya melihat banyaknya sampah atau limbah kertas yang dibuang begitu saja tanpa ada ide yang dapat mendaur ulang kertas menjadi sebuah kerajinan atau sejenisnya. Ide awal saya bagaimana merubah yang tadinya dibuang bisa menjadi uang," kata om Theo.


Menurutnya, bahan baku kertas adalah bekas potongan kayu. Ia juga resah dengan banyaknya pembalakan liar. Dari keresahan inilah om Theo mulai memutar otak, bagaimana agar limbah kertas bisa bernilai ekonomis sekaligus mengedukasi masyarakat.


"Orang tidak bisa membuat kayu dari kertas, akan tetapi kita bisa membuat sejenis kayu dari kertas bekas," ujar om Theo.


Kepada peserta pelatihan jurnalistik Mandalika Post Learning Center, om Theo pun membeberkan proses pembuatan kerajinan dari bahan baku kertas.


Kertas yang digunakan dalam membuat kerajinan oleh om Theo adalah kertas HVS, kertas bekas snack, koran, bungkus rokok dan sejenisnya.


Om Theo menjelaskan tahap awal yang dilakukan dalam membuat kerajinan mulai dari memilih dan memilah kertas kemudian direndam dengan air bersih, kertas dihancurkan di dalam wadah yang berisi air. 


Setelah kertas hancur lalu dilakukan proses penyaringan kertas dengan menggunakan alat penyaring agar kertas dan air terpisah.


Setelah kertas terpisah, dilanjutkan dengan pencampuran kertas dengan lem dengan ukuran 3 kg kertas yang sudah dihancur dengan satu bungkus lem. Tahap selanjut dilakukan pengadukan kertas dengan lem hingga menyerupai tanah liat yang menyatu.


"Baru disitu tahap pembentukan kerajinan yang kita inginkan dengan berbagai macam kerajinan diantaranya,kerajinan asbak,kursi, meja, lampu hias, pot bunga,tempat tisu dan sejenisnya. Setelah kerajinan terbentuk baru kita masuk pada tahap pelapisan kerajinan menggunakan lem cair, agar pori-pori pada kerajinan tersebut tertutup," katanya.


Tahap berikutnya adalah penjemuran kerajinan dengan membutuhkan waktu 2-4 hari hingga kerajianan benar-benar kering,sehingga bisa dilakukan pengecatan kerajinan.


Om Theo menjelaskan, setidaknya ada 11 tahapan proses dari awal hingga kerajinan jadi.


Tak hanya mewawancarai om Theo, peserta pelatihan jurnalistik Mandalika Post Learning Center juga diberi kesempatan untuk belajar secara langsung membuat kerajinan kertas.



"Kami sangat senang bisa berkunjung ke The Griya Lombok ini. Selain sambutan hangat dari om Theo, kami juga bisa belajar langsung disini," kata Abdul Rahman Wahid, mahasiswa Unram, salah satu peserta pelatihan jurnalistik Mandalika Post Learning Center.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peserta Pelatihan Jurnalistik Mandalika Post Kunjungi The Griya Lombok, Ini Keseruannya

Trending Now