Terpeleset Saat Mendaki, Wanita Asal Swiss Meninggal Dunia di Bukit Anak Dara Sembalun

Rosyidin
Minggu, Juni 02, 2024 | 15.59 WIB Last Updated 2024-06-02T08:46:48Z
Korban WNA asal Swiss, Melanie, saat tiba di bale adat Sembalun Lawang setelah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan Mataram, dari bukit Anak Dara Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB. (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com - Seorang pendaki warga negara asing (WNA), Melanie Bohner (24) tahun berkewarganegaraan Swis ditemukan meninggal dunia di jurang bukit Anak Dara, Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Sabtu (1/6).


Melanie Bohner di duga terpeleset dan jatuh kedalam jurang, dengan kedalaman kurang lebih 100 meter saat ia (Korban) melakukan pendakian di bukit Anak Dara Sorang diri pada hari Jumat (31/5) dua hari yang lalu.


Kapolres Lombok Timur, AKBP Hariyanto SH, S.Ik melalui Kabag Ops Kompol I Kadek Metria  S.Sos, SH, MH saat ditemui di Sembalun Minggu dini hari (3/6) membenarkan adanya warga negara asing jatuh ke jurang saat mendaki Bukit Anak Dara.


"Benar ada WNA jatuh di bukit Anak Dara, dan korban ditemukan meninggal dunia. Alhamdulillah, korban berhasil di evakuasi oleh tim gabungan" ucapnya.


Meskipun tim gabungan sempat mengalami kendala saat mengevakuasi korban, karena medannya tebing curam. Korban berhasil di evakuasi dari tempatnya jatuh.


"Selanjutnya, korban langsung kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum," jelasnya.


Berdasarkan informasi warga, bebernya lebih lanjut sebelum korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh pengelola bukit Anak Dara dan warga setempat. Korban tidak kembali ke penginapannya sejak pergi dari homestay tempat ia menginap, pada Jumat (31/5) dua hari yang lalu.


Awalnya, korban datang ke Sembalun pada Kamis (30/5) dan menginap di salah satu homestay di Sembalun. Korban tidak akan menginap lagi di Sembalun, untuk itu ia melakukan chek out pada Jumat (31/5) pukul 11.00 Wita. Hanya saja saat chek out, korban menitipkan barang kepada pemilik homestay.


"Alasannya akan pergi jalan-jalan untuk mendaki bukit Anak Dara, dengan cara Tik Tok," tuturnya.


Menurut dia, pemilik homestay khawatir karena hingga Sabtu (1/6) pagi korban tidak balik-balik untuk mengambil barangnya. Lalu pemilik penginapan berinisiatif melakukan pencarian bersama rekannya dan berkoordinasi dengan pengelola bukit Anak Dara.


Kemudian, sambungnya warga setempat bersama pengelola bukit tersebut menyusuri jalur pendakian. Pada saat pencarian, salah satu warga dari atas bukit melihat sosok tubuh manusia di dalam jurang. Untuk memastikan hal itu, lalu dua orang warga turun ke dalam jurang ternyata benar, itu merupakan sosok tubuh manusia (korban).


Setelah mereka memastikan kalau tubuh yang dilihat dari atas bukit tersebut tubuh korban, pengelola langsung melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian dan dilakukan evakuasi oleh tim gabungan terdiri dari tim SAR, Kepolisian ,TNI, BKPH Rinjani Timur, TSBD, pengelola dan warga setempat.


Abdul Kudus Ali, Anggota Tim Siaga Bencana Desa Sembalun Lawang menambahkan saat ditemui media ini di Sembalun bahwa, ia membenarkan ada Bule jatuh di tersebut. Kemudian ia bersama pengelola bukit dan beberapa warga setempat pertama kali melakukan pencarian korban menyusuri jalur bukit Anak Dara.


Menurutnya, posisi korban jatuh itu jauh dari  tempat apara wisatawan atau pengunjung bukit Anak Dara mendirikan tenda atau ngecam. "Kalu kita lihat tempat korban jatuh itu, masih jauh dari biasa tempat pengunjung berkemah," ucap Kudus.


Dan untuk diketahui, sambung Kudus korban melakukan pendakian di saat pengelola tidak ada di loket tiket. Itu artinya korban melakukan pendakian secara ilegal, dan tanpa ditemani pemandu atau guide.


"Biasanya wisatawan yang hendak berkunjung atau mendaki ke bukit Anak Dara itu pada hari Sabtu pulang hari Minggu. Jarang sekali wisatawan naik hari Jumat, bahkan kita tidak pernah mendengar wisatawan naik pada hari Jumat," ujar Kudus.


Untuk itu, ia menghimbau kepada para wisatawan yang hendak ke bukit Anak Dara untuk selalu hati-hati dan mempersiapkan segala keperluannya selam di bukit. Terlebih hingga saat ini, menurut Abdul Kudus kawasan perbukitan di Sembalun masih suci.


"Paling tidak, pengunjung mematuhi SOP dan atau aturan yang sudah ada. Seperti membeli tiket masuk dan perlengkapan Septy untuk diri sendiri maupun kelompoknya," tutupnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Terpeleset Saat Mendaki, Wanita Asal Swiss Meninggal Dunia di Bukit Anak Dara Sembalun

Trending Now