![]() |
| Sosok: Zulkarnain, Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP). |
MANDALIKAPOST.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Koperasi terus menggenjot penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran bantuan stimulan modal usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Proses verifikasi data yang berlangsung di Kecamatan Sembalun berjalan lancar sebagai bagian dari target besar menyasar 31.000 lebih UMKM di seluruh wilayah Lombok Timur.
Total anggaran sekitar Rp20 miliar, pemerintah berharap dana tersebut menjadi motor penggerak bagi UMKM untuk naik kelas, terutama pasca-pandemi dan tantangan permodalan.
Kabid Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi Lombok Timur, Zulkarnain, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan stimulan modal bagi pelaku usaha yang benar-benar aktif. Ia juga menepis isu bahwa pengurusan izin usaha bagi UMKM sulit dilakukan.
"Kami di Dinas Koperasi tetap ada pembinaan seperti pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, hingga HAKI. Sekarang dipermudah dengan aplikasi OSS, cukup dengan NIB sebagai tanda daftar resmi," ujar Zulkarnain, saat ditemui di Sembalun (18/12).
Zulkarnain menambahkan, pihak dinas bahkan siap melakukan sistem "jemput bola" untuk membantu para pelaku usaha dalam melengkapi legalitas mereka.
"Terkait perizinan, kami memiliki tiga tenaga pendamping. Kami siap turun ke lokasi jika ada kelompok UMKM yang ingin difasilitasi. Syaratnya mudah, cukup bawa KTP dan nomor HP yang aktif untuk pembuatan akun," jelasnya.
Hingga Desember ini, pihak dinas telah mengajukan pencairan untuk 12 kecamatan dengan total sekitar 13.000 lebih UMKM yang datanya sudah masuk proses finalisasi.
![]() |
| UMKM: Saat warga Sembalun lakukan verifikasi data penerima manfaat hibah bantuan UMKM dari Pemda Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP). |
"Bantuan ini sangat mendukung dan mensupport kita pelaku UMKM. Secara tidak langsung kita bisa memanfaatkan dana tersebut untuk penambahan modal dan menutupi kekurangan alat atau bahan yang ada sebelumnya," kata Julis.
Meski merasa terbantu dengan suntikan modal, Julis berharap pemerintah tidak berhenti pada pemberian uang tunai saja, tetapi juga memperkuat peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Harapan kita ada pembinaan berkelanjutan tentang manajemen UMKM dan pelatihan-pelatihan. Di wilayah kami masih banyak teman-teman yang belum punya izin usaha, semoga kedepannya ada program khusus untuk pengadaan izin kolektif," tambahnya.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan visi "UMKM SMART" di Lombok Timur, di mana pelaku usaha tidak hanya kuat secara modal, tetapi juga tertib secara administrasi dan berdaya saing di pasar luas.


