![]() |
| Peristiwa: Atap rumah warga Suela rusak akibat angin kencang melanda wilayah tersebut, (Foto: Istimewa/MP). |
Sekitar pukul 14.00 WITA, sebuah pohon jenis Buak Odak dengan diameter sekitar 30 cm dan panjang 30 meter tumbang tepat di depan RSUD Selaparang, Dusun Cempaka, Desa Suela. Batang pohon yang diduga sudah keropos tersebut ambruk melintang di tengah jalan akibat terpaan angin kencang yang terjadi sejak malam sebelumnya.
Mendapat informasi dari warga dan pengguna jalan, aparat kepolisian bergerak cepat. Kanit IK bersama tiga anggota jaga, dibantu lima karyawan Kebun Raya Lemor serta warga setempat, langsung melakukan evakuasi menggunakan gergaji mesin (chainsaw).
"Begitu menerima laporan adanya kemacetan akibat pohon tumbang, kami langsung menuju lokasi bersama tim gabungan. Prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan yang sempat tertutup total," ujar salah satu personel kepolisian di lokasi kejadian.
Selain menutup akses jalan, dahan pohon yang jatuh juga menimpa pagar RSUD Selaparang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp2.000.000.
Dampak angin kencang juga dirasakan oleh Amaq Nati (50), seorang petani asal Dusun Limbungan Timur, Desa Perigi. Atap rumahnya rusak berat tersapu angin. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak ada korban luka.
"Pemilik rumah sedang tidak berada di tempat saat kejadian. Kerugian materil akibat kerusakan atap ini diperkirakan mencapai Rp7.000.000," lapor petugas kepolisian setempat.
Proses pembersihan material pohon selesai pada pukul 15.00 WITA. Saat ini, jalur Suela menuju Sembalun sudah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pihak kepolisian juga telah melakukan koordinasi dengan petugas PLN untuk mengantisipasi adanya gangguan jaringan listrik. Meski jalur sudah terbuka, masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca di wilayah Suela masih terpantau gerimis dan berangin kencang.
"Kami mengimbau pengguna jalan untuk ekstra hati-hati, terutama saat melintasi jalur yang banyak pepohonan besar, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi," pungkasnya.

