![]() |
| Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin saat memberikan arahan di acara penyerahan bantuan rumah tidak layak huni, (Foto: Istimewa/MP). |
Bantuan tersebut terdiri dari 50 unit Rumah Layak Huni (Mahyani) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) serta zakat Bank NTB Syariah, ditambah 23 unit rehabilitasi rumah dari BAZNAS Lombok Timur.
Tak hanya hunian, pemerintah juga menyalurkan 20 paket gerobak lengkap dengan modal usaha sebesar Rp 1,5 juta untuk mendongkrak ekonomi warga.
Dalam sambutannya, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa meski bantuan terus mengalir, tantangan di sektor perumahan masih cukup besar. Berdasarkan data terbaru, tercatat sekitar 20.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di 21 kecamatan di Lombok Timur.
"Kita masih menghadapi tantangan besar. Masih ada sekitar 20.000 unit rumah tidak layak huni. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah terus melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat agar percepatan pembangunan hunian ini bisa segera tuntas," ujar Haerul Warisin.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi yang selama ini telah membuahkan hasil, seperti proyek strategis nasional SPAM Pantai Selatan yang manfaatnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi NTB, TGH. L. Muhyi Abidin, memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Bupati Lotim dalam menggerakkan kesadaran berzakat.
Menurutnya, keberhasilan zakat di NTB tidak lepas dari peran aktif kepala daerah dalam mendorong para aghniya (orang kaya) dan ASN untuk menunaikan kewajiban religiusnya.
"Secara logis, ketika Bupati mengakomodasi dan mendorong zakat, beliau sedang melaksanakan tugas kepemimpinan yang sesungguhnya. BAZNAS adalah perpanjangan tangan dari Bupati, Gubernur, hingga Presiden," tegas TGH. Muhyi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai gaya hidup tanpa harus menunggu kaya, sebagai bentuk kepedulian sosial yang nyata.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Timur, H. Muhammad Kamli, menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi warga yang menderita karena kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan. Ia juga menyoroti program Mahyani yang kini menjadi rujukan nasional.
"Kami berkomitmen agar tidak ada lagi saudara-saudara kita di Lombok Timur yang harus tidur di bawah rintikan air hujan karena kondisi rumah yang tidak layak. Mahyani ini adalah inovasi murni dari NTB yang kini telah diadopsi secara nasional," lapor Muhammad Kamli.
Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, pengurus BAZNAS, serta para muzaki dan mustahik. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Bumi Patuh Karya melalui sinergi kekuatan fiskal daerah dan dana umat.

