![]() |
| Pertemuan: Bupati Lombok Timur gelar audensi bersama mahasiswa dan aktivis di Pendopo 1, (Foto: Istimewa/MP). |
Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan menjadi ajang adu gagasan yang konstruktif antara pemerintah dan kaum intelektual muda.
Dalam dialog tersebut, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur sangat menghargai fungsi kontrol sosial yang dijalankan oleh mahasiswa. Ia menekankan bahwa kritik adalah elemen penting dalam menjaga roda pemerintahan tetap pada jalurnya.
Bupati Haerul Warisin mengajak mahasiswa untuk lebih mengedepankan jalur audiensi dalam menyampaikan ide-ide segar demi kemajuan daerah. Ia berharap komunikasi yang santun tetap menjadi ciri khas pergerakan mahasiswa di Bumi Patuh Karya.
"Kami menghargai aspirasi yang disampaikan dengan cara yang santun dan beradab. Pemerintah siap melakukan audiensi jika ada ide dan gagasan untuk kemajuan Lotim, misalnya membedah sejarah HUT Lotim," ujar Bupati di hadapan perwakilan organisasi mahasiswa.
Terkait tuntutan mahasiswa mengenai pencopotan Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Khusus Bidang Pariwisata, Bupati memberikan jawaban yang normatif namun tegas. Ia memastikan bahwa aspirasi tersebut ditampung namun eksekusinya harus berlandaskan hukum.
"Prosesnya akan dilakukan dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kami tidak memiliki kepentingan selain ingin memajukan Kabupaten Lotim ke arah yang lebih baik," tegasnya.
Mengenai polemik pengelolaan kawasan wisata Sunrise Land Lombok (SLL), Bupati menegaskan bahwa perubahan pengelola merupakan murni kebijakan strategis pemerintah untuk peningkatan kinerja. Ia justru menantang mahasiswa untuk turut serta mengawasi kinerja pengelola baru.
“Kami persilakan semua pihak untuk mengawasi. Hasilnya nanti bisa kita evaluasi bersama untuk kebaikan pembangunan pariwisata kita,” jelas Bupati Haerul.
Sisi humanis juga ditunjukkan oleh orang nomor satu di Lombok Timur ini. Merespons laporan adanya mahasiswa yang terluka saat aksi unjuk rasa sebelumnya, Bupati langsung memberikan instruksi khusus kepada Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menjamin penanganan medis mereka.
“Untuk yang terluka dalam aksi kemarin, saya sudah direktif ke Sekda agar segera diurus. Kesehatan dan keselamatan mereka tetap menjadi prioritas kami,” pungkasnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas daerah serta membangun sinergi antara kebijakan pemerintah dan pengawasan masyarakat guna mewujudkan Lombok Timur yang lebih maju dan terbuka.

