Lawan Stunting di Sembalun Timba Gading, Mahasiswa KKN Unram Sulap Pangan Lokal Jadi Menu Gizi Tinggi

Rosyidin S
Selasa, Januari 27, 2026 | 07.14 WIB Last Updated 2026-01-26T23:43:41Z
Edukasi: Kelompok 1 KKN PMD Unram Desa Timba Gading, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Mengingat angka prevensi stunting di Kabupaten Lombok Timur yang menyentuh angka 33 persen, Kelompok I KKN Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram (Unram) mengambil langkah konkret. Bertempat di Desa Sembalun Timba Gading, para mahasiswa meluncurkan program intensif Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk periode 2025-2026.


Program ini bukan sekadar pembagian makanan gratis, melainkan upaya holistik yang mencakup edukasi gizi dan pelatihan pengolahan pangan mandiri bagi masyarakat lereng Rinjani tersebut.


Ketua KKN Unram Desa Sembalun Timba Gading, Ahmad Surya Aditya, menjelaskan bahwa timnya bergerak secara rutin empat kali seminggu, yakni setiap hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Sasarannya adalah anak-anak yang terindikasi maupun resiko stunting di Dusun Bantek I, Dusun Bantek II, Dusun Tengak Timuk, dan Dusun Berugak Mujur.


"Menu PMT disusun dan diolah langsung oleh mahasiswa KKN Unram dengan memanfaatkan bahan pangan khas lokal Sembalun yang bernilai gizi tinggi," ujar Aditya di Sembalun, Senin (26/01).


Ia menambahkan bahwa variasi menu menjadi kunci agar anak-anak tidak bosan, dengan tetap memastikan terpenuhinya kebutuhan karbohidrat, protein hewani, vitamin, serta mineral.


Salah satu terobosan yang diusung adalah pemanfaatan buncis komiditas unggulan Sembalun menjadi tepung. Langkah ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi melalui UMKM sekaligus menjadi sumber gizi jangka panjang.


Selain intervensi fisik, edukasi kepada orang tua menjadi prioritas. Mahasiswa memberikan pendampingan mengenai pola makan seimbang dan pentingnya kesiapan mental dalam berkeluarga melalui sosialisasi pendewasaan usia menikah yang digelar 13 Januari lalu.


"Tidak hanya membagikan makanan, kami juga mahasiswa KKN turut memberikan pendampingan dan edukasi kepada orang tua. Ini mencakup penjelasan kandungan gizi dan alternatif pengolahan makanan yang dapat diterapkan mandiri di rumah," jelas Aditya.


Kepala Desa Sembalun Timba Gading, Ridwan Hardi memberikan apresiasi tinggi terhadap program yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan desa saat ini.


“Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya karena program yang dibawa adik-adik mahasiswa KKN sesuai dengan kondisi dan basis yang ada di desa. Stunting merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian bersama,” kata Ridwan.


Senada dengan Kades, Sihrun, seorang kader di Dusun Bantek II, merasa terbantu dengan kehadiran para mahasiswa. Begitu pula dengan Kuduatun, salah satu orang tua penerima manfaat, yang melihat perubahan positif pada anaknya.


“Saya sangat berterima kasih karena anak saya bisa mengonsumsi makanan bergizi. Di rumah, terkadang kami tidak sempat menyiapkan menu. Anak saya juga menyukai makanan yang disiapkan oleh adik-adik KKN,” ungkap Kuduatun. 


Melalui sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, tenaga kesehatan dari Puskesmas Sembalun, serta instansi terkait seperti DP3AKB, program KKN-PMD Unram ini diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan (sustainable impact) dalam menurunkan angka stunting di "Gumi Patuh Karya" tersebut.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lawan Stunting di Sembalun Timba Gading, Mahasiswa KKN Unram Sulap Pangan Lokal Jadi Menu Gizi Tinggi

Trending Now