Miq Iqbal: Saya adalah Gubernurnya Yatama Wal Masakin

Rosyidin S
Minggu, Januari 04, 2026 | 23.29 WIB Last Updated 2026-01-04T15:29:02Z
Acara: Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal hadiri HAUL Ke-42 wafatnya TGH. Muh. Mutawalli, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKA POST.com – Ribuan jemaah dari berbagai penjuru Pulau Lombok memadati kompleks Pondok Pesantren Darul Yatama Wal Masakin (Dayama) Jerowaru pada Minggu (4/1/2026).


Kehadiran massa tersebut bertujuan untuk memperingati Haul ke-42 wafatnya TGH. Muh. Mutawalli sekaligus merayakan Harlah ke-72 yayasan legendaris tersebut.


Suasana khidmat menyelimuti lokasi acara saat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, hadir di tengah-tengah ribuan jemaah. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Miq Iqbal ini memberikan pernyataan emosional mengenai kedekatan batinnya dengan yayasan tersebut.


“Salah satu inspirasi saya untuk pulang kampung membangun daerah saya dapatkan juga dari Pondok Pesantren Darul Yatama Wal Masakin. Sehingga saya merasa bahwa saya adalah gubernurnya yatama wal masakin (anak yatim dan orang miskin),” ujar Miq Iqbal disambut riuh rendah jemaah.


Ia menegaskan bahwa visi yayasan dalam menyantuni kaum duafa sejalan dengan komitmen pemerintahannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu di NTB.


Tak hanya soal spiritual, Gubernur Iqbal juga membawa kabar segar bagi masyarakat Lombok Timur bagian selatan. Ia mengonfirmasi rencana besar pembangunan infrastruktur strategis yang akan dimulai pada periode mendatang.


“Insya Allah mulai tahun 2027 kita akan membangun jalan bypass dari Lembar sampai ke Kayangan. Sengaja kita pilih jalur selatan supaya membawa gerakan pembangunan, di samping untuk mempercepat jalur logistik,” ungkapnya.


Momentum Haul dan Harlah kali ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat struktur organisasi alumni dengan pengukuhan pengurus Ikatan Santri dan Alumni Dayama (IKSADA). Dr. Sirajun Nasihin resmi dilantik sebagai Ketua, didampingi Joyo Supeno sebagai Sekretaris dan Zohri Ratna sebagai Bendahara.


Ketua Dewan Pembina Yayasan Dayama Jerowaru, TGH. Saiful Islam Sibawaihi, dalam tausiyahnya mengajak jemaah untuk menjaga warisan pendiri yayasan. Ia menekankan pentingnya gotong royong dalam memajukan institusi pendidikan yang kini telah berusia 72 tahun tersebut.


“Hari ini yayasan kita sudah berusia 72 tahun dan 42 tahun sudah ditinggalkan oleh pendirinya. Alhamdulillah kita bisa terus berjalan berkat dukungan kita semua,” kata TGH. Saiful.


Ia juga memaparkan perkembangan signifikan di bidang akademik, khususnya pada Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Sibawaihi Mutawalli (STIT Wali).


Saat ini, pihak kampus tengah memproses penambahan tiga jurusan baru, yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).


Acara yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan penyerahan bantuan paket sembako dari Baznas Provinsi NTB sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap jemaah dan masyarakat sekitar.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Miq Iqbal: Saya adalah Gubernurnya Yatama Wal Masakin

Trending Now