![]() |
| Tinjau: Sekada Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik didampingi Dinas terkait saat merantau langsung pembangunan jembatan di Desa Pergi, (Foto: Istimewa/MP). |
Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak terhambat terlalu lama akibat kerusakan infrastruktur sebelumnya.
Dalam proses pembangunannya, Pemerintah Daerah tidak bekerja sendiri. Sedikitnya 30 personel TNI dikerahkan untuk membantu teknis pemasangan rangka baja jembatan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat durasi pengerjaan sekaligus menjamin standar keamanan konstruksi.
Sekretaris Daerah Lombok Timur, M. Juaini Taofik, menjelaskan bahwa saat ini seluruh material bangunan sudah berada di lokasi dan siap dirakit.
"Seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk pemasangan jembatan sementara tersebut telah tiba di lokasi. Saat ini, peralatan masih dalam tahap perancangan awal sebelum proses pemasangan dimulai," ujar Juaini Taofik di lokasi peninjauan.
Pemerintah menargetkan jembatan ini dapat difungsikan dalam waktu dekat. Estimasi pengerjaan diprediksi memakan waktu antara 10 hingga 15 hari, tergantung kondisi cuaca dan teknis di lapangan.
Meski bersifat sementara, jembatan ini dirancang dengan material baja yang kokoh. Kapasitas muatannya diklaim mampu menahan beban hingga puluhan ton, sehingga kendaraan besar pun dipastikan bisa melintas.
"Jembatan sementara ini memiliki kapasitas beban hingga 25 ton. Dengan kekuatan tersebut, seluruh jenis kendaraan diharapkan dapat melintas dengan aman sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi barang tidak lagi terhambat," tambah pria yang akrab disapa Kak Ofik tersebut.
Keberadaan jembatan ini menjadi prioritas utama Pemda Lombok Timur guna menormalisasi jalur transportasi yang sempat lumpuh. Dengan kembali terhubungnya akses di Desa Perigi, roda ekonomi masyarakat diharapkan kembali berputar normal.
"Pemda Lotim menargetkan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu agar akses transportasi warga kembali normal. Kita berharap segera rampung, dan dapat dilalui seperti biasa," pungkasnya.

