Lebih Murah dari Harga Kopi, Angkutan KSPN Jadi Primadona Baru Backpacker ke Sembalun

Rosyidin S
Jumat, April 17, 2026 | 14.04 WIB Last Updated 2026-04-17T06:10:27Z
Transportasi: Dedy Hartanto, seorang wisatawan saat tiba di Sembalun menggunakan angkutan KSPN dari Mataram, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Kehadiran angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Nusa Tenggara Barat kini menjadi angin segar bagi para pelancong. Dengan tarif yang sangat terjangkau, layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas warga lokal, tetapi juga menjadi solusi transportasi favorit bagi para pendaki dan backpacker dari luar daerah.


Dedy Hartanto, seorang wisatawan asal Mataram, membagikan pengalamannya saat mencoba rute Terminal Mandalika–Senggigi–Bangsal–Sembalun. Menurutnya, perjalanan menuju kaki Gunung Rinjani kini jauh lebih berkesan dan efisien.


"Menggunakan angkutan KSPN ini sangat berkesan. Bayangkan, dengan harga tiket Rp26.000, itu ndak lebih dari harga segelas kopi, kita sudah bisa sampai Sembalun dengan adem dan fasilitas yang nyaman," ujar Dedy.


Dedy yang saat itu hendak mendaki Rinjani bersama rekan kantornya, mengaku sangat terbantu karena titik jemput di Terminal Mandalika sangat teratur. Ia menilai layanan ini adalah solusi bagi mereka yang enggan kelelahan mengendarai motor untuk menempuh perjalanan jauh ke wilayah pegunungan.


"Driver-nya ramah, tepat waktu juga. Ini sangat membantu kita para backpacker atau yang malas naik motor ke Sembalun. Program ini bagus karena tidak langsung ke satu titik saja, kita bisa mampir atau turun di Senggigi atau Bangsal dulu kalau mau," tambahnya.


Meskipun layanan ini sudah berjalan dengan baik, terselip kekhawatiran dari para pengguna mengenai keberlanjutan program tersebut. Dedy Artanto berharap agar kontrak layanan ini terus diperpanjang oleh dinas terkait dan tidak berhenti di tengah jalan hanya karena alasan operasional.


"Harapannya sih lanjut terus, jangan sampai diputus kalau nanti dirasa sepi. Karena ini sangat membantu, bukan cuma buat orang luar, tapi warga Kota Mataram dan NTB secara umum. Anak-anak sekolah dan remaja yang mau ke Sembalun jadi ndak perlu capek-capek naik motor, harga bensin pun mungkin lebih mahal dari tiket ini," ucap Dedy penuh harap.


Senada dengan Dedy, Sulistyo, seorang wisatawan asal Surabaya, juga mengungkapkan kekagumannya terhadap program transportasi dari pemerintah daerah ini. Datang jauh-jauh dari Jawa Timur bersama empat rekannya, ia sempat merasa bingung setibanya di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok.


"Awalnya kami mau menggunakan angkutan lain, tapi untung dapat informasi ada angkutan KSPN ke Sembalun. Alhamdulillah kami dapat meski menunggu beberapa jam," kata Sulistyo.


Bagi Sulistyo, keamanan dan kenyamanan yang ditawarkan angkutan KSPN menjadi nilai tambah, terutama bagi wisatawan yang memiliki bujet terbatas namun tetap menginginkan pelayanan prima.


"Kami sebagai backpacker sangat terbantu. Selain aman dan nyaman, ini sangat ekonomis. Artinya kita tidak usah merogoh kantong dalam-dalam, cukup dengan tarif sekitar Rp20.700 per orang," pungkasnya.


Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, calon penumpang angkutan KSPN trayek Bandara Internasional Zainul Majdi (Bizam)–Pancor–Sembalun masih harus menunggu di luar area terminal Bizam. Hal ini terjadi karena belum adanya pangkalan khusus bagi armada tersebut, yang saat ini masih dalam proses koordinasi dengan pihak otoritas Bizam.


Kehadiran angkutan KSPN ini diharapkan mampu terus menggerakkan roda ekonomi pariwisata di Lombok, menghubungkan pintu-pintu masuk utama seperti bandara dan pelabuhan langsung ke destinasi unggulan seperti Sembalun tanpa perlu banyak transit yang menguras biaya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lebih Murah dari Harga Kopi, Angkutan KSPN Jadi Primadona Baru Backpacker ke Sembalun

Trending Now