![]() |
| Sekada Lombok Timur, Dr. H. Muhammad Juaini Taofik, sedang menanam anak kayu program KKN Unram, (Foto: Istimewa/MP). |
Kegiatan yang mengusung tema "Momentum Pengabdian Nyata untuk Meningkatkan Kesehatan, Kemandirian Masyarakat, dan Gerakan Penghijauan" ini difokuskan pada penguatan sektor maritim dan pertanian di wilayah selatan.
Dalam sambutannya, Sekda Juaini Taofik memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran akademisi UNRAM. Ia menyoroti kondisi 38 desa pesisir di Lombok Timur yang masih memerlukan perhatian khusus, terutama terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
"Kami berterima kasih karena Universitas Mataram kembali mendarmabaktikan sumber dayanya untuk kemajuan Lombok Timur. Ada 38 desa pinggir pantai kami yang kalau kita lihat dari IPM dan sub PDRB-nya, memang masih senjang," ungkap Sekda di hadapan para peserta dan civitas akademika.
Inisiatif ini dinilai sangat relevan dengan visi pemerintahan SMART yang diusung oleh H. Haerul Warisin dan H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan pokok serta pengentasan kesenjangan ekonomi.
Salah satu poin krusial dalam kolaborasi ini adalah rencana pembangunan laboratorium rumput laut. Sekda optimis kehadiran laboratorium tersebut akan menjadi titik balik bagi kesejahteraan warga Ekas melalui penyediaan bibit unggul dan tata kelola yang lebih modern.
Namun, ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan harus berbanding lurus dengan penurunan beban hidup masyarakat. Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan adalah pembangunan Klinik Kesehatan Internasional di wilayah tersebut.
Apa yang direncanakan hari ini semata-mata untuk mengurangi beban pemerintah daerah dalam rangka terus mengikis jurang kesenjangan di tengah masyarakat," tambahnya.
Menutup penyampaiannya, Sekda Juaini Taofik berharap agar sinergi ini tidak bersifat temporer. Mengingat adanya transisi kepemimpinan di tubuh Universitas Mataram, ia menitipkan pesan agar program pemberdayaan di Lombok Timur tetap menjadi prioritas utama.
"Kami berharap hubungan antara UNRAM dan Lombok Timur semakin mesra. Saya berpesan agar program ini tetap menjadi prioritas bagi kepemimpinan UNRAM mendatang demi kemajuan daerah ini," pungkasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan lokasi pengabdian dan dialog bersama masyarakat setempat, menandai langkah konkret akademisi dalam menyentuh langsung persoalan di akar rumput.

