Targetkan 46 Persen di 2026, Dinkes Lombok Timur Masifkan Cek Kesehatan Gratis ke Masyarakat Umum

Rosyidin S
Rabu, Januari 21, 2026 | 14.40 WIB Last Updated 2026-01-21T06:40:45Z
Kesehatan: Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi saat ditemui di Ruang kerjanya, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Timur tancap gas mengejar target capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Setelah berhasil melampaui target di tahun 2025, kini pemerintah daerah memasang target ambisius sebesar 46 persen sasaran penduduk pada tahun 2026 mendatang.


Langkah ini merupakan bagian dari penguatan program nasional Pemerintah Pusat melalui layanan primer di setiap Puskesmas guna mendeteksi dini faktor risiko penyakit di tengah masyarakat.


Pada tahun 2025, Lombok Timur mencatatkan capaian yang menggembirakan. Dari target 36 persen, realisasi di lapangan mampu menyentuh angka 35 persen atau mencakup sekitar 517.449 jiwa.


"Alhamdulillah di tahun 2025, walaupun kita sempat kaget, capaian kita berada di angka 35 persen dari target 36 persen. Tahun 2026 ini, target kita naik menjadi 46 persen. Artinya lebih baik dari tahun kemarin," ujar H. L. Aries Fahrozi, M.Kep, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (21/01).


Untuk mencapai angka 46 persen yang setara dengan lebih dari 600.000 jiwa tersebut, Dinkes merubah strategi dari pasif menjadi aktif. Jika sebelumnya petugas hanya menunggu di Puskesmas, kini layanan CKG dilakukan secara mobile (jemput bola).


"Dulu kita menunggu di Puskesmas, sekarang regulasi terbaru membolehkan kita mobile ke masyarakat. Kalau dulu fokusnya hanya yang ulang tahun, anak sekolah, ibu hamil, dan bayi, sekarang masyarakat umum pun sudah boleh mengaksesnya," tambahnya.


Berdasarkan data lapangan, Dinas Kesehatan menemukan adanya pergeseran tren penyakit dari penyakit infeksi ke Penyakit Tidak Menular (PTM). Kasus diabetes melitus (DM) dan hipertensi menjadi temuan yang paling mendominasi.


Petugas menekankan bahwa mengetahui profil kesehatan sejak dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.


"Tujuannya untuk mengetahui profil individu. Jadi petugas tahu, individunya juga tahu kondisi kesehatannya sehingga bisa melakukan antisipasi. Jangan sampai sudah sakit baru mengakses layanan kesehatan. Kita ingin mencegah sebelum parah," tegasnya.


Terkait tingginya kasus diabetes, pihak Dinkes menjelaskan bahwa pola hidup dan pola makan menjadi pemicu utama DM Tipe 2 yang banyak ditemukan di masyarakat.


"Gaya hidup yang kurang gerak dan pola makan yang banyak mengandung gula itu yang banyak terjadi sekarang. Sehingga menyebabkan banyak kasus DM ditengah masyarakat kita," jelas H. L. Aries


Selain fokus pada cek kesehatan, Dinkes Lombok Timur juga memperkuat kesiagaan tim medis menghadapi ancaman bencana alam, terutama di wilayah rawan seperti Sembalun, Suela, dan Sakra Timur.


Untuk setiap lokasi bencana, Dinkes minimal akan menerjunkan tiga orang personel yang bersifat dinamis sesuai kebutuhan lapangan. Fokus utama kesiagaan ini meliputi kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham penanganan gawat darurat serta ketersediaan sarana prasarana obat-obatan.


"Ada beberapa Puskesmas yang rentan terhadap gangguan bencana hidrologi (hidrometeorologi) seperti longsor, hujan lebat, dan pohon tumbang. Kami selalu mengoordinasikan untuk waspada dan menyiapkan tim yang melakukan asesmen awal ketika terjadi bencana geologi atau bencana lainnya," pungkasnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Targetkan 46 Persen di 2026, Dinkes Lombok Timur Masifkan Cek Kesehatan Gratis ke Masyarakat Umum

Trending Now