![]() |
| Pencarian: Tim gabungan SAR, TNI, Polri bersama masyarakat melakukan pencarian bocah 4 tahun hanyut terseret arus parit yang meluap, (Foto: Istimewa/MP). |
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 08.45 WITA. Korban awalnya mendatangi rumah rekannya, Putri (5), untuk mengajak bermain hujan-hujanan. Ibu Putri, Lia Andriani, sebenarnya telah berupaya mencegah kedua anak tersebut keluar rumah.
Lia sempat memberikan ponsel sebagai pengalih perhatian agar mereka tetap di dalam rumah yang pintunya sudah dikunci rapat. Namun, maut tak dapat ditolak. Saat Lia tertidur pulas, kedua bocah tersebut nekat keluar rumah dengan cara memanjat jendela.
Tak berselang lama, Putri kembali ke dalam rumah sendirian dengan kabar yang mengejutkan. Ia memberi tahu ibunya bahwa Azril turun ke dalam parit untuk bermain air, namun tiba-tiba tubuh mungilnya menghilang terseret arus yang deras.
Orang tua korban, Busairin (51), bersama warga sekitar sempat melakukan penyisiran mandiri di sepanjang Jalan Pattimura hingga simpang empat TPU Selong, namun hasilnya nihil. Kini, tim gabungan dari Polsek Selong, Tim SAR Lombok Timur, relawan, dan warga setempat telah dikerahkan ke lokasi.
Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, mengonfirmasi bahwa derasnya arus dan cuaca buruk menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
"Melihat kondisi air yang cukup deras di dalam parit, ada kemungkinan korban hanyut hingga ke wilayah Kelayu. Kami terus berupaya maksimal meski kendala cuaca cukup menghambat," ujar AKP Nikolas dalam keterangannya, Selasa (24/2).
Mengingat aliran parit mengarah ke wilayah Kelayu Selatan dan Kelayu Jorong, pihak kepolisian telah mengambil langkah antisipatif dengan menggerakkan personel di wilayah hilir.
Kapolsek Selong telah menginstruksikan jajaran Bhabinkamtibmas di wilayah terdampak untuk memobilisasi warga sekitar aliran sungai. Masyarakat diminta untuk proaktif mengecek titik-titik penyumbatan atau pintu air yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban.
"Kami meminta warga di sepanjang aliran parit untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Intensitas hujan yang fluktuatif membuat kita harus bergerak cepat namun tetap berhati-hati," tambah pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR masih berjuang menyisir lokasi-lokasi krusial dengan harapan besar agar M. Azril dapat segera ditemukan.

