BPJS Kesehatan Jadi Andalan Nur Saat Alami Gangguan Pernapasan

Ariyati Astini
Senin, Februari 23, 2026 | 10.27 WIB Last Updated 2026-02-23T02:27:15Z
Narasumber : Muhammad Nur Natsar (77)


MANDALIKAPOST.com- Sesak napas yang kerap kambuh menjadi keluhan utama yang dirasakan Muhammad Nur Natsar (77), warga Desa Kandaidua, Kabupaten Bima. Pensiunan PNS ini harus kembali menjalani perawatan intensif setelah kondisi kesehatannya memburuk, hanya beberapa hari usai keluar dari rumah sakit.


Sebelumnya, Nur sempat menjalani perawatan di RS Dompu. Namun baru tiga hari berada di rumah, keluhan sesak kembali muncul dan terasa lebih berat. Selain sesak napas, ia juga mengalami batuk yang tidak kunjung reda, gangguan pada paru-paru, serta tangan yang terasa kaku.


“Obat yang saya minum memang sempat bikin sakitnya berkurang. Tapi kalau obatnya sudah habis, sakitnya muncul lagi. Sampai akhirnya anak dan istri saya memutuskan membawa saya ke rumah sakit,” ungkap Nur, Rabu (04/02).


Melihat kondisi yang tak kunjung membaik, keluarga berinisiatif membawanya ke Kota Mataram untuk mendapatkan penanganan medis dengan fasilitas yang lebih lengkap. Setibanya di Mataram, Nur dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) Biomedika sekitar pukul 14.00 WITA untuk menjalani pemeriksaan awal. Setelah ditangani dan diobservasi, keesokan harinya ia dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Mataram untuk menjalani perawatan lanjutan sesuai kondisi medisnya.


“Proses pendaftaran rawat inap sejauh ini terasa mudah. Dari masuk UGD Biomedika sampai dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Mataram, pelayanannya cepat,” ungkapnya.


Proses rujukan dilakukan menggunakan ambulans karena kondisi pasien membutuhkan penanganan cepat dan berkelanjutan. Sebagai peserta JKN kelas 1 dari segmen pensiunan PNS, seluruh rangkaian rujukan hingga pelayanan medis yang diterima Nur ditanggung oleh Program JKN.


Memasuki hari Minggu, Nur telah menjalani perawatan selama tiga hari di RS Universitas Mataram. Ia ditangani oleh dokter Gemilang dan juga mendapatkan pemeriksaan dari dokter spesialis jantung, paru, serta kulit, salah satunya dr. Yunita. Selama menjalani perawatan, Nur dan keluarga menilai pelayanan yang diterima sudah sangat baik. 


“Saya sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit dan selama ini selalu menggunakan BPJS Kesehatan untuk biaya perawatan. Mulai dari penanganan medis hingga proses administrasi rawat inap dirasakan aman, jelas, dan tidak menyulitkan. Terima kasih juga kepada pemerintah yang telah menghadirkan program ini,” tutup Nur. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • BPJS Kesehatan Jadi Andalan Nur Saat Alami Gangguan Pernapasan

Trending Now