Dugaan Praktik Titip Jatah di Program MBG, Samsul Qomar Desak APH Usut Tuntas

Rosyidin S
Rabu, Februari 25, 2026 | 13.30 WIB Last Updated 2026-02-25T05:30:51Z
Ilustrasi: Menu Makanan Bergizi Geratis di bulan Ramadhan, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Tokoh muda Kabupaten Lombok Tengah, Muhammad Samsul Qomar, mengeluarkan pernyataan keras terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.


Ia meminta Satuan Tugas (Satgas) MBG dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menelusuri dugaan adanya praktik "titip jatah omprengan" yang dilakukan oleh oknum tertentu di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Pernyataan ini disampaikan Samsul menanggapi ramainya keluhan masyarakat di media sosial mengenai kualitas dan kuantitas menu MBG yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang dialokasikan pemerintah.


Melalui unggahan video di akun Facebook resminya pada Selasa (25/2), Samsul mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, publik menyoroti berbagai kejanggalan pada menu yang diterima manfaat (PM). Mulai dari takaran menu, kualitas makanan kering, hingga komposisi buah dan roti yang dianggap tidak sepadan.


“Dua hari ini kita menyaksikan di medsos pembahasan soal makan bergizi gratis. Dari takaran, ada yang isinya untuk tiga hari makanan kering, ada yang protes rotinya, kurmanya, buahnya, dan lain-lain,” ungkap Samsul dalam videonya.


Ketimpangan ini memicu masyarakat untuk melakukan kalkulasi mandiri. Mengingat anggaran pemerintah untuk satu porsi (omprengan) MBG adalah Rp10.000, banyak penerima manfaat yang mulai mempertanyakan nilai riil dari makanan yang mereka terima di lapangan.


Samsul menduga, rendahnya kualitas menu tersebut merupakan indikasi adanya "setoran" kepada oknum-oknum tertentu. Ia menyebutkan adanya informasi yang beredar bahwa terdapat potongan berkisar antara Rp200 hingga Rp1.000 per omprengan.


“Kalau nilai bisa kurang, tentu ada indikasi bahwa SPPG tersebut menyisihkan setoran ke oknum. Ini yang perlu diusut oleh Satgas dan APH. Diusut saja siapa-siapa oknum yang menitipkan di omprengan itu,” tegasnya dengan nada bicara yang lugas.


Menurutnya, praktik semacam ini sangat mencederai tujuan mulia program pemerintah pusat dan berdampak langsung pada gizi yang seharusnya diterima oleh anak-anak atau penerima manfaat lainnya.


Lebih lanjut, Samsul Qomar memberikan dukungan moral kepada pihak SPPG sebagai ujung tombak penyedia makanan agar tidak tunduk pada tekanan pihak luar. Ia meminta SPPG untuk berani mengungkap oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi dari program ini.


“Harus berani speak up SPPG ini kalau ada oknum yang titip-titip. Kalau memang benar terbukti, ungkap ke publik. SPPG jangan takut. Kalau ada dari atas atau dari mana yang nitip-nitip di sana, ngomong saja. Kami dukung,” pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap Satgas MBG dan pihak terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan ketat agar anggaran negara benar-benar tersalurkan dalam bentuk makanan yang bergizi dan berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dugaan Praktik Titip Jatah di Program MBG, Samsul Qomar Desak APH Usut Tuntas

Trending Now