Lombok Timur Dikepung Banjir, Kecamatan Jerowaru Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

Rosyidin S
Rabu, Februari 25, 2026 | 13.49 WIB Last Updated 2026-02-25T05:49:03Z
Tergenang: Nampak sejumlah rumah warga Desa Pijot, Kecamatan Kerusakan terendam banjir, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Timur selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah titik.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mencatat Kecamatan Jerowaru sebagai wilayah dengan dampak kerusakan paling parah dibandingkan kecamatan lainnya.


Plh. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Lombok Timur, H. Rifaan, mengonfirmasi bahwa selain Jerowaru, wilayah Kecamatan Keruak dan beberapa titik lainnya juga terendam air. Namun, fokus perhatian saat ini tertuju pada Jerowaru karena tingginya jumlah warga yang terdampak.


Kondisi paling memprihatinkan dilaporkan terjadi di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana. Hingga Kamis (26/2), air dilaporkan masih merendam pemukiman warga, sehingga evakuasi skala besar harus dilakukan.


“Untuk saat ini Kecamatan Jerowaru yang terparah mengalami dampak banjir. Di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, air masih terendam dan puluhan KK terpaksa diungsikan ke tempat yang aman,” tegas H. Rifaan saat dikonfirmasi di Selong, Kamis (26/2).


Selain Desa Ekas Buana, beberapa desa lain di Kecamatan Jerowaru yang juga terdampak banjir meliputi. Desa Serewe, Desa Pandanwangi, dan Desa Wakan.


Banjir tidak hanya melumpuhkan Jerowaru. Di Kecamatan Keruak, tepatnya di Desa Pijot, sejumlah warga juga dilaporkan mulai meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan.


“Dari laporan yang masuk, wilayah Desa Pijot di Kecamatan Keruak juga ada warga yang mengungsi karena rumahnya terendam banjir. Kami belum tahu pasti berapa total KK yang diungsikan karena tim masih melakukan pengecekan di lapangan,” tambah Rifaan yang juga menjabat sebagai Sekretaris BPBD Lotim tersebut.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui BPBD bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan kepada para penyintas banjir. Evaluasi mengenai penyebab banjir di wilayah selatan ini juga tengah dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang.


“Bantuan makanan telah kami salurkan. Kami juga telah bersurat ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk permohonan bantuan makanan siap saji tambahan,” tutupnya.


Pihak BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang diprediksi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lombok Timur Dikepung Banjir, Kecamatan Jerowaru Jadi Wilayah Terdampak Paling Parah

Trending Now