Hujan Deras Picu Longsor di Pusuk Sembalun, Arus Lalu Lintas Wisata Diterapkan Sistem Buka-Tutup

Rosyidin S
Rabu, Februari 25, 2026 | 23.27 WIB Last Updated 2026-02-25T15:27:42Z
Bersih: Tim gabungan muspika Kecamatan Sembalun membersihkan matrial longsor, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Jalur wisata Pusuk Sembalun kembali diterjang bencana tanah longsor pada Rabu (25/2) malam. Material tanah dan bebatuan menutupi sebagian badan jalan di wilayah Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, akibat intensitas hujan yang tinggi mengguyur kawasan kaki Gunung Rinjani tersebut.


Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WITA ini sempat menghambat akses transportasi. Menanggapi laporan masyarakat, aparat gabungan dari Polsek Sembalun, Satpol PP, dan Dinas Damkarmat langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.


Dengan alat seadanya seperti cangkul dan sekop, petugas bahu-membahu membersihkan material tanah agar jalan tetap bisa dilalui. Kapolsek Sembalun melalui anggota piket jaga menyatakan bahwa langkah cepat ini diambil guna mencegah kemacetan panjang di jalur vital tersebut.


"Begitu menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menggunakan Randis R4 menuju titik longsor. Saat ini, fokus kami adalah memastikan jalur tetap bisa dilewati meskipun harus menggunakan sistem satu lajur (buka-tutup)," ungkap AKP Lalu Subadri, Kapolsek Sembalun, Kamis (26/2).


Curah hujan yang ekstrem ditambah kondisi struktur tanah yang labil di tebing Pusuk Sembalun diidentifikasi sebagai penyebab utama terjadinya longsor. Meski evakuasi manual telah dilakukan, tumpukan material yang cukup banyak memerlukan penanganan alat berat.


Pihak Muspika Sembalun pun telah bergerak cepat menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur.


"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda Lotim untuk segera mendatangkan alat berat berupa bulldozer. Ini penting agar pembersihan material bisa dilakukan secara total dan jalan kembali normal dua arah," tambah Camat Sembalun, Suherman.


Hingga berita ini diturunkan, kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4) sudah dapat melintasi area tersebut secara bergantian. Namun, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati.


Mengingat kondisi cuaca di wilayah Sembalun yang masih tidak menentu, potensi terjadinya longsor susulan masih sangat tinggi. Para pengendara diminta untuk selalu memantau informasi cuaca dan tidak memaksakan perjalanan jika hujan turun dengan intensitas lebat di area perbukitan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Hujan Deras Picu Longsor di Pusuk Sembalun, Arus Lalu Lintas Wisata Diterapkan Sistem Buka-Tutup

Trending Now