![]() |
| Konker: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menyerahkan sertifikat penghargaan kepada pengurus cabang PGRI Sembalun, (Foto: Istimewa/MP). |
Mengusung tema "Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat, Lombok Timur SMART", ajang ini menjadi momentum penguatan organisasi sekaligus apresiasi bagi para pendidik di Gumi Patuh Karya.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (H. Iron), jajaran Dewan Pendidikan, pengurus PGRI Kabupaten Lombok Timur dan pengurus PGRI Provinsi NTB, serta perwakilan pengurus cabang dari 28 kecamatan.
Dalam rangkaian acara, Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada 15 pengurus cabang PGRI Kecamatan, termasuk Sembalun, sebagai apresiasi atas dedikasi dan tertib organisasi.
Ketua Panitia, Mahsun S.Pd, melaporkan bahwa konferensi ini diikuti oleh sekitar 1.305 peserta yang terdiri dari pengurus kabupaten, kecamatan, hingga ranting. Agenda utama kegiatan ini adalah laporan pertanggungjawaban (LPJ) program kerja dan keuangan setahun terakhir.
"Konferensi ini sebagai wujud pertanggungjawaban pengurus kepada puluhan ribu anggota PGRI di Lombok Timur. Pembiayaannya dilakukan secara gotong royong," ujar Mahsun.
Ia juga sempat melontarkan pantun sebagai bentuk apresiasi satu tahun kepemimpinan Bupati. "Sore hari memancing ikan, banyak dapat ikan patin. Terima kasih kami ucapkan, Bupati keren PGRI jangan dilupakan," ucapnya disambut tawa hadirin.
Ketua PGRI Lombok Timur, Suparman S.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan iuran anggota sebesar Rp8.000 per bulan yang dibagi untuk operasional pusat, provinsi, kabupaten, hingga kecamatan.
"Konferensi ini adalah kewajiban organisasi. Kita melaporkan apa yang dilakukan selama setahun dan merencanakan program tahun depan. Kami ingin anggota tahu ke mana arah perjuangan organisasi," tegas Suparman.
Ia juga memaparkan kekompakan guru Lombok Timur yang tidak hanya aktif dalam kegiatan olahraga seperti Porseliga, tetapi juga memiliki jiwa sosial tinggi. Tercatat, PGRI menyumbangkan Rp126 juta untuk bantuan banjir dan mengoordinasikan sumbangan pendidikan hingga lebih dari Rp500 juta melalui sistem satu pintu.
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin mengapresiasi kerukunan dan semangat para guru. Terkait aspirasi mengenai dana hibah dan gedung sekretariat, Bupati memberikan sinyal positif sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap dunia pendidikan.
"Lombok Timur ini hidup karena guru. Pergi ke sawah menanam padi, padi tumbuh menguning ceria; Guru menerangi generasi, sepanjang masa dikenang jasa," tutur H. Iron mengawali sambutannya dengan pantun.
Terkait kesejahteraan dan anggaran (Sertifikasi/Tukin), Bupati mengingatkan agar para guru menggunakan dana tersebut secara bijak.
"Gunakan anggaran itu sebaik-baiknya sesuai peruntukan. Jangan sampai keluar dari aturan karena akan menjadi sasaran pemeriksaan inspektorat atau BPK, dan tidak menutup kemungkinan APH," pesannya.
Lebih lanjut, H. Iron menegaskan komitmennya terhadap sistem meritokrasi dalam jabatan fungsional maupun struktural di dunia pendidikan. Ia menjamin tidak ada praktik pungutan dalam pengangkatan jabatan.
"Mengangkat orang menjadi Kepala Dinas, Sekretaris, hingga Kepala Sekolah, tujuannya hanya satu, profesionalisme. Jangan pernah menyerahkan uang untuk jabatan. Saya hadir untuk memastikan program berjalan dan menemukan orang-orang hebat untuk membantu membangun pendidikan," tegas Bupati disambut tepuk tangan peserta.
Konferensi ini diharapkan mampu melahirkan program kerja yang inovatif untuk mendukung visi Lombok Timur SMART, di mana kualitas guru menjadi fondasi utama pembangunan daerah.

