![]() |
| Lantik: Pelantikan ketua dan pengurus HMI cabang Mataram, (Foto: Istimewa/MP). |
Mengangkat tema “Transformasi Kepemimpinan HMI Futuristik dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045,” pelantikan ini menjadi sinyal kuat kesiapan organisasi hijau-hitam tersebut dalam menghadapi disrupsi teknologi tanpa meninggalkan akar nilai keislaman dan kebangsaan.
Dalam orasi perdananya, Ahmad Nasri membedah makna di balik tagline HMI Futuristik. Baginya, kader HMI tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah masifnya kecanggihan teknologi, namun harus menjadi aktor utama yang adaptif namun tetap kritis.
"HMI Futuristik adalah pengejawantahan dari penyatuan kekuatan nilai, ketajaman berpikir, serta kesiapan beradaptasi dengan teknologi. Namun yang paling utama, semua itu harus tetap berpijak pada semangat keislaman dan kebangsaan," ujar Nasri di hadapan ratusan kader dan tamu undangan.
Ia menekankan bahwa transformasi kepemimpinan sangat krusial agar HMI mampu mencetak generasi yang kompetitif di tengah wacana bonus demografi.
Nasri juga menyoroti pentingnya efektivitas kerja struktural melalui konsolidasi organisasi yang masif. Menurutnya, kejayaan HMI di masa depan sangat bergantung pada bagaimana lembaga pengembangan profesi dikelola untuk meningkatkan kapasitas keilmuan kader.
"Penguatan kapasitas keilmuan adalah kunci. Kami ingin kader HMI mampu berpikir kreatif dan inovatif, sehingga peran lembaga pengembangan profesi menjadi sangat urgen untuk mencetak kader yang berdaya saing," tegasnya.
Menjelang satu abad Indonesia pada 2045, HMI Cabang Mataram memposisikan diri sebagai kawah candradimuka bagi insan akademis yang berintelektualitas tinggi. Nasri berharap kepengurusannya mampu melahirkan pelopor di berbagai platform, mulai dari gerakan sosial, ekonomi, hingga hukum.
"Kepemimpinan kita harus mampu membina regenerasi yang menjadi pelopor gerakan sosial. Kita harus membentuk insan yang tidak hanya kritis dan rasional, tetapi juga memiliki spiritualitas tinggi dalam memahami realita sosial," tambah Nasri.
Menutup sambutannya, Ahmad Nasri mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menjaga marwah organisasi melalui gerakan moral yang nyata di masyarakat. Ia meyakini bahwa inovasi tanpa nilai pengabdian akan kehilangan maknanya.
"Mari kita teguhkan komitmen untuk menjalankan gerakan moral ini. Tujuan kita jelas: mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT melalui ide dan inovasi yang bermanfaat bagi rakyat," pungkasnya.

