Mandiri Tanpa Tunggu Pemerintah, Warga Merembuk Bangun Bak Air Rp300 Juta dari Kocek Sendiri

Rosyidin S
Senin, Februari 16, 2026 | 19.40 WIB Last Updated 2026-02-16T11:40:46Z
Resmikan: Ketua DPRD Provinsi NTB, Hajjah Baiq Isvie Rupaeda(tengah), saat hadir meresmikan bak air bersih di Desa Aikperapa, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Pepatah bukan sekadar hiasan bibir bagi warga Dusun Merembuk, Desa Aikperapa, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur,  merasa jarang tersentuh bantuan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan dasar, ratusan warga setempat membuktikan kekuatan swadaya dengan meresmikan bak induk air bersih pada Minggu (15/2) kemarin.


Pembangunan fasilitas vital ini menelan anggaran fantastis untuk ukuran dusun, yakni mencapai Rp300 juta. Dana tersebut murni dikumpulkan dari iuran masyarakat demi mengalirkan air dari mata air sejauh 7 kilometer.


Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, yang hadir langsung dalam peresmian tersebut, tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya. Ia menilai kekompakan warga Merembuk adalah potret langka di tengah gempuran modernisme.


"Saya sangat antusias dan bangga karena masyarakat Dusun Merembuk masih bisa menjaga kekompakan dan gotong royong sampai saat ini. Semangat ini adalah modal besar. Insya Allah, kami akan hadir untuk membantu mewujudkan kebutuhan dasar lainnya seperti sanitasi, jalan, dan penerangan," ujar Isvie dalam sambutannya.


Penasihat program, Suherman, menceritakan betapa beratnya perjuangan fisik warga. Jaringan perpipaan harus ditarik melewati medan yang tidak mudah dari sumber mata air hingga ke bak induk. Semua dikerjakan dengan tangan sendiri oleh warga, tanpa kontraktor besar.


Teknis pengerjaan pun tidak main-main. Tim teknisi yang dipimpin oleh Lalu Sopiyan dari Aikmel Utara memastikan bahwa sanitasi air bersih ini telah memenuhi standar nasional, lengkap dengan pemasangan water meter untuk distribusi yang adil.


Tokoh masyarakat, Saepul A.Ma, mengenang kembali masa awal dusun ini yang hanya dihuni 37 KK. Kini, dengan perkembangan mencapai 200 KK, kebutuhan air menjadi harga mati yang tak bisa ditunda lagi.


Meski sukses membangun secara mandiri, warga tetap menaruh harapan besar pada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Kepala Dusun Merembuk, Muhammad Jaelani, menegaskan bahwa kemandirian ini adalah bentuk inisiatif, namun tanggung jawab pembangunan sektor lain tetap ada di pundak pemerintah.


"Kami berharap pemerintah daerah lebih melirik potensi kami di sini. Terutama dukungan untuk sektor pertanian dan peternakan yang menjadi urat nadi ekonomi warga kami," ungkap Jaelani.


Peresmian ditutup dengan kemeriahan budaya lokal. Dentuman Gendang Beleq mengiringi rasa syukur warga, menandai babak baru kehidupan di Dusun Merembuk yang kini tak lagi kesulitan air bersih berkat tangan-tangan dingin warganya sendiri.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mandiri Tanpa Tunggu Pemerintah, Warga Merembuk Bangun Bak Air Rp300 Juta dari Kocek Sendiri

Trending Now