![]() |
| Kungker: Mentan Andi Amran Sulaiman berkunjung ke gudang bawang putih di Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Ketua Kelompok Tani Pusuk Pujata Sembalun Bumbung, Egi Frisma Suryadi, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan peristiwa langka yang sangat memotivasi petani. Ia menyandingkan momen ini dengan kunjungan Presiden Soeharto pada era 80-an yang pernah melakukan panen raya di lokasi yang sama.
"Kehadiran Bapak Menteri Pertanian hari ini merupakan tonggak sejarah bagi kami. Terakhir kali seorang pemimpin nasional datang ke sini adalah saat era Pak Soeharto untuk panen raya. Hari ini, kita menyaksikan langsung Menteri Pertanian melakukan simbolis tanam perdana," ujar Egi saat ditemui kemarin di Sembalun.
Dalam agenda tersebut, Menteri Pertanian memberikan tantangan besar kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas hingga 20 ton per hektar. Target ambisius ini dicanangkan untuk mempercepat langkah Indonesia menuju swasembada bawang putih nasional.
Egi optimistis target tersebut dapat terlampaui, mengingat kualitas hasil panen di Sembalun terus menunjukkan tren positif. Bahkan, ia menyebutkan bahwa beberapa lahan telah melampaui ekspektasi.
"Fokus kami sekarang adalah meningkatkan kualitas dan produktivitas. Alhamdulillah, di Sembalun kita sebenarnya sudah bisa mencapai hingga 21 ton per hektar," tambahnya.
Pemerintah telah merencanakan pengembangan kawasan perbenihan dan kawasan Standard Performance Officer (SPO) di atas lahan seluas 800 hektar pada tahun 2026. Program ini diproyeksikan menjadikan Sembalun sebagai penopang utama benih bawang putih nasional.
Dengan asumsi kebutuhan 1 ton benih per hektar, maka Sembalun diprediksi mampu menyuplai sekitar 800 ton benih untuk didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia.
"Harapan negara bertumpu pada Sembalun. Menteri Pertanian sangat berharap kami fokus mengembangkan bawang putih secara murni tanpa tercampur komoditas lain," jelas Egi.
Meski perencanaan telah matang, Egi berharap proses administrasi dan teknis di kementerian dapat segera rampung. Mengingat kondisi geografis Sembalun, ketepatan waktu distribusi benih sangat krusial karena petani sangat bergantung pada ketersediaan air di musim penghujan.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, memberikan apresiasi tinggi atas penetapan Sembalun sebagai sentra pembenihan nasional. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari visi ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
"Ini patut kita syukuri. Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program ini hingga sukses. Ini adalah bagian dari cita-cita besar Bapak Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan," ungkap Gubernur.
Lebih lanjut, Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa wilayah Sembalun akan difokuskan untuk pembenihan seluas 750 hingga 1.000 hektar. Sementara itu, area di luar Sembalun dan dataran tinggi di kabupaten lain akan diidentifikasi untuk pengembangan bawang putih konsumsi.
"Pak Menteri akan melaporkan hasil kunjungan kerja ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sekembalinya ke Jakarta," tutupnya.

