Sambut Kedatangan Mentan, GERAM NTB Gelar Aksi Damai Bongkar Dugaan Borok Program Swasembada Bawang Putih

Rosyidin S
Minggu, Februari 08, 2026 | 19.42 WIB Last Updated 2026-02-08T11:43:17Z
Ketua Geram NTB, Royal Sembahulun, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com – Rencana kunjungan kerja Menteri Pertanian (Menten) Republik Indonesia ke wilayah Sembalun, Lombok Timur pada Senin (9/2/2026) bakal disambut dengan gelombang aspirasi masyarakat. 


Gerakan Rakyat Melawan Korupsi (GERAM) NTB bersama Solidaritas Masyarakat Peduli Sembalun (SMPS) mengonfirmasi akan menggelar aksi damai untuk mengungkap berbagai persoalan dalam tata kelola program swasembada bawang putih nasional.


Ketua GERAM NTB, Royal Sembahulun, menyatakan bahwa aksi ini merupakan langkah kritis sekaligus bentuk dukungan agar semangat Menteri Pertanian dalam memberantas korupsi benar-benar menyentuh akar persoalan di tingkat petani.


"Kami ingin memberitahu fakta pengelolaan program di bawah. Jangan sampai laporan ke Pak Menteri hanya yang baik-baik saja, sementara buruknya tidak diberitahu," tegas Royal saat ditemui di Sembalun, Minggu (8/2).


Berdasarkan pantauan GERAM NTB sejak program swasembada bergulir tahun 2016, ditemukan berbagai kejanggalan yang diduga merugikan negara dan petani. Royal memaparkan adanya indikasi kuat mulai dari benih yang tidak layak hingga manipulasi data luas tanam.


"Ada dugaan penyimpangan mulai dari benih yang rusak, pengadaan fiktif, hingga manipulasi luas tanam. Program ini seolah hanya berbasis proyek untuk bagi-bagi keuntungan, tanpa pengawasan yang ketat," ungkapnya.


Royal juga menyoroti rusaknya moralitas sistemik yang terjadi di lapangan. Menurutnya, minimnya pengawasan membuat petani seolah dibiarkan melakukan kecurangan seperti menjual benih bantuan.


"Moral petani mulai hancur karena tidak ada sanksi atau pengawasan saat benih bantuan dijual. Pemerintah hanya fokus menjalankan proyek pembagian benih, setelah itu ditinggalkan begitu saja tanpa pengawalan," tambah Royal.


Aksi yang direncanakan berlokasi di sekitar titik pendaratan helikopter Mentan (Lapangan Sembalun Bumbung atau di Rest Area Sembalun) ini membawa tuntutan agar Kementerian Pertanian melakukan evaluasi menyeluruh. Apalagi, tahun ini terdapat anggaran besar melalui program SPO yang nilainya ditaksir mencapai Rp200 juta per hektar.


GERAM NTB meminta transparansi penuh agar dana fantastis tersebut tidak hanya memperkaya segelintir oknum. Royal menekankan pentingnya perbaikan dari penyediaan benih hingga jaminan harga saat panen raya.


"Harapan kami, siapa pun yang melakukan pelanggaran harus ditindak tegas. Program ini tidak boleh hanya berhenti pada penyediaan benih, tapi harus memikirkan hilirnya, bagaimana harga saat panen raya tetap terjamin bagi petani," pungkasnya.


Aksi damai ini dipastikan hanya akan melibatkan masyarakat lokal Sembalun guna menjaga kemurnian aspirasi dan mengantisipasi adanya penumpang gelap yang ingin mengacaukan situasi di tengah kunjungan kerja pejabat negara tersebut.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sambut Kedatangan Mentan, GERAM NTB Gelar Aksi Damai Bongkar Dugaan Borok Program Swasembada Bawang Putih

Trending Now