Wujudkan Swasembada, Mentan Amran Sulaiman Tanam Perdana Bawang Putih di Sembalun: Negara Jamin Harga Tidak Anjlok

Rosyidin S
Senin, Februari 09, 2026 | 11.26 WIB Last Updated 2026-02-09T06:08:27Z
Tanam: Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman didampingi Gubernur NTB, Bupati Lombok Timur, Ketua Kelompok Tani Pusuk Pujata dan instansi terkait menanam perdana bawang putih di Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP).

MANDALIKAPOST.com  – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, melakukan tanam raya perdana bawang putih di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada Senin (9/2). Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat ketahanan pangan dan mengejar target swasembada bawang putih nasional dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.


Dalam kunjungannya, Mentan Amran menekankan bahwa Sembalun memiliki potensi luar biasa sebagai pusat bibit nasional karena kualitas produknya yang jauh mengungguli bawang impor.


Menanggapi keluhan klasik petani mengenai melimpahnya produksi yang seringkali diikuti dengan jatuhnya harga, Mentan menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema perlindungan melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP).


"Ke depan kita ada harga pembelian pemerintah, tidak boleh petani rugi. Petani itu sederhana, jangan buat rugi, mereka pasti akan berproduksi," tegas Andi Amran Sulaiman saat ditemui awak media di lokasi tanam.


Ia juga menambahkan bahwa pemerintah optimis dapat menghentikan ketergantungan impor dalam waktu dekat.


"Kita hentikan impor mungkin 3 sampai 4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun. Indonesia pasti bisa. Tanaman padi 7,4 juta hektar saja kita selesaikan, apalagi ini," tambahnya optimis, di hadapan para petani dan pejabat daerah.


Kondisi geografis Sembalun yang berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) dinilai menjadi kunci keunggulan kualitas bawang putih lokal. Mentan memuji hasil produksi di daerah ini yang mampu mencapai 20 hingga 28 ton per hektar.


"Kualitasnya sangat bagus kalau dibandingkan dengan bawang impor. Karena ini berada pada ketinggian 1.200 mdpl, kami pusatkan bumi bibit kita di sini," jelas Mentan.


Selain fokus pada bawang putih, kunjungan ini juga mengungkap rencana besar pembangunan pabrik pakan ternak terintegrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan ini bertujuan untuk menyerap hasil jagung petani lokal agar memiliki nilai tambah.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyambut baik visi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kawasan Sembalun tidak hanya untuk konsumsi, tetapi difokuskan menjadi lumbung benih nasional.


"Harapan saya ke depan, Sembalun tetap diandalkan sebagai lokasi pembenihan nasional. Dengan biaya usaha maksimal Rp80 juta, jika hasil 20 ton dikalikan harga dasar, petani bisa mengantongi Rp160 juta. Ini keuntungan dua kali lipat," ujar Haerul Warisin.

Bupati juga memaparkan keberhasilan hilirisasi di sektor lain, seperti komoditas porang yang harganya kini stabil berkat adanya pabrik pengolahan lokal.


Pemerintah daerah melalui arahan pusat kini tengah mendorong peran Koperasi Merdeka dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai penyerap utama hasil bumi petani di tingkat desa. Hal ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi masalah pemasaran yang selama ini menghantui petani tomat, sayur, dan palawija di NTB.


Dengan dukungan APBN dan sinergi antara Kementerian Pertanian serta Pemerintah Daerah, Sembalun kini diproyeksikan menjadi jantung bagi kebangkitan bawang putih nasional, sekaligus simbol kedaulatan pangan Indonesia.


"Lokasi pembenihan bawang putih kita fokuskan di Sembalun, dengan target Swasembada bawang putih 2029 - 2030. Adapun Luas hamparan lahan bibit 700 Hektar," pungkas Bupati.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wujudkan Swasembada, Mentan Amran Sulaiman Tanam Perdana Bawang Putih di Sembalun: Negara Jamin Harga Tidak Anjlok

Trending Now