NTB Bidik Jadi Pusat Jagung dan Bawang Nasional, Mentan Swasembada Tercapai dalam Setahun

Rosyidin S
Senin, Februari 09, 2026 | 13.27 WIB Last Updated 2026-02-09T06:13:31Z
Kunjungan: Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman saat sambutan dalam kunjungan kerjanya di Sembalun, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional, khususnya untuk komoditas jagung dan bawang putih. Hal ini ditegaskan dalam kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman di Sembalun, pada hari Senin (9/2).


Amran menekankan pentingnya hilirisasi melalui pembangunan pabrik pakan serta peningkatan etos kerja para petani dan penyuluh.


Dalam arahannya, Amran mengapresiasi langkah strategis pemerintah daerah yang bergerak cepat menjemput bola ke pusat. Menurutnya, kecepatan koordinasi adalah kunci agar daerah tidak tertinggal dalam peta pembangunan nasional.


Pemerintah merencanakan pembangunan pabrik pakan Day Old Chick (DOC) di NTB untuk memutus rantai distribusi yang selama ini bergantung pada daerah lain. Pabrik ini nantinya akan menyerap hingga 60% bahan baku jagung lokal dari wilayah Sumbawa dan sekitarnya.


"Insya Allah berdiri pabrik pakan DOC, anak ayam, dan vaksin. Ini akan menyerap jagung yang ada di Sulawesi Tenggara hingga Sumbawa. Kita ingin NTB bukan hanya produsen mentah, tapi pusat komoditas," ujar Mentan di hadapan para PPL dan pejabat daerah.


Beliau juga menyoroti potensi ekonomi yang luar biasa dari sektor unggas. "Omzet ayam satu tahun itu kurang lebih 600 ribu. Kalau industri ini berdiri, nilainya bisa mencapai empat kali lipat APBD NTB. Ini adalah lompatan besar," tambahnya.


Sesuai arahan Presiden, target swasembada pangan yang awalnya dipatok selama empat tahun secara mengejutkan berhasil diakselerasi. Mentan mengungkapkan bahwa berkat regulasi yang tepat dan kerja keras di lapangan, capaian tersebut diraih hanya dalam waktu satu tahun.


"Bapak Presiden mengucapkan terima kasih. Janji swasembada 4 tahun kepada rakyat Indonesia, Alhamdulillah tercapai dalam waktu 1 tahun. Stok pangan tertinggi selama merdeka, pendapatan petani naik, dan harga pupuk turun 20%," tegasnya.


Di sela-sela arahannya, Mentan memberikan motivasi keras terkait mentalitas bekerja. Ia mengkritik kebiasaan mengeluh dan mentalitas proposal yang hanya berharap bantuan tanpa aksi nyata. Ia mendefinisikan ulang istilah orang gila dalam konteks produktivitas.


"Yang dikatakan orang gila zaman now adalah orang yang kerjanya biasa-biasa saja, tidak pernah berubah, tapi mengharapkan rezeki yang lebih besar. Itu tidak mungkin. Orang waras adalah dia yang kerjanya lebih baik dari hari kemarin dan pantang meminta kecuali pada Tuhan," tegas Mentan.


Beliau juga mengutip pesan spiritual untuk mendorong perubahan nasib bangsa. "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau bukan mereka sendiri yang mengubahnya. Jangan hanya bermimpi, rakyat, Gubernur, dan Bupati harus bergerak bersama-sama," kata Amran kembali menegaskan.


Menutup arahannya, Mentan menginstruksikan pembentukan Satgas Bawang Putih untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani dari permainan tengkulak. Ia memastikan pemerintah akan menetapkan harga pembelian yang menguntungkan petani sebelum masa produksi tiba.


"Jangan sampai ada petani yang dirugikan. Kami akan tetapkan harga pembelian pemerintah. Saya minta Satgas dan aparat setempat menjaga ini agar petani kita bahagia dan produktif," pungkasnya.






Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • NTB Bidik Jadi Pusat Jagung dan Bawang Nasional, Mentan Swasembada Tercapai dalam Setahun

Trending Now