![]() |
| Rusak: Sejumlah warga terekam CCTV saat berada di dapur Makanan Bergizi Geratis Paok Lombok, (Foto: Istimewa/MP). |
Aksi anarkis tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) dan mendadak viral di jagat maya. Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah oknum warga terlihat mendatangi lokasi dengan membawa linggis dan benda keras lainnya. Mereka menghancurkan fasilitas dapur sembari melontarkan makian dan kata-kata yang tidak pantas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemarahan warga bersumber dari ketidaksepakatan atas pembangunan dapur MBG di lingkungan pesantren. Warga mengklaim lahan tersebut merupakan tanah wakaf yang pemanfaatannya tidak boleh menyimpang dari tujuan awal, sementara pihak yayasan menganggap pembangunan tersebut adalah bagian dari pelayanan umat.
Pihak pengelola pondok pesantren menyayangkan kejadian ini. Pasalnya, upaya dialog sebenarnya telah dilakukan berkali-kali guna mencari titik tengah.
“Persoalan ini sebenarnya sudah dibahas melalui sejumlah pertemuan dan mediasi antara pihak yayasan dan perwakilan masyarakat. Namun tampaknya kesepakatan belum tercapai hingga berujung pada aksi perusakan ini,” ujar salah satu perwakilan pengelola pesantren.
Tak terima dengan tindakan main hakim sendiri tersebut, pengurus pondok pesantren resmi melaporkan kasus ini ke Polres Lombok Timur. Mereka menekankan bahwa perusakan fasilitas publik atau pendidikan tidak dapat ditoleransi.
“Kami melaporkan kejadian ini karena sudah terjadi perusakan fisik dan tindakan tersebut sama sekali tidak dibenarkan secara hukum. Kami meminta pihak kepolisian segera menindaklanjuti untuk menjaga stabilitas keamanan lingkungan kami,” tegas salah seorang pelapor saat ditemui di Mapolres Lombok Timur.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut. Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, Arie Kusnandar, bersama Kapolsek Suralaga, Lalu Marzoan, belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait langkah hukum yang akan diambil maupun identitas para pelaku yang terekam CCTV.
Kasus ini menjadi atensi publik mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional, sementara isu lahan wakaf merupakan isu sensitif di tengah masyarakat setempat.

