![]() |
| Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Musa Azhari, (Foto: Rosyidin/MP). |
Langkah masif ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur di bawah kepemimpinan Bupati H. Khairul Warisin, M.Si., untuk menghadirkan birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Musa Azhari, menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan memutus rantai birokrasi yang selama ini dianggap berbelit.
"Pelayanan adminduk harus mudah diakses, cepat, dan tidak berbelit. Karena itu kami dorong inovasi berbasis aplikasi agar masyarakat tidak lagi bergantung pada layanan tatap muka," ujar Musa Azhari, saat ditemui di Selong Rabu (4/2).
Salah satu inovasi unggulan yang menjadi primadona adalah aplikasi BAKSO (Buat Administrasi Kependudukan Secara Online). Saat ini, aplikasi tersebut tengah disiapkan untuk naik kelas ke versi 3 dengan fitur yang lebih lengkap.
Musa menjelaskan, ke depannya masyarakat tidak perlu lagi keluar rumah untuk mengambil dokumen fisik. "Kami sedang menyiapkan upgrade ke versi 3 dan akan bekerja sama dengan PT. Pos untuk pengantaran dokumen langsung ke alamat pemohon dengan sistem Cash on Delivery (COD)," tambahnya.
Selain BAKSO, berikut adalah rincian inovasi yang dihadirkan Dukcapil Lombok Timur antara lain.
1. SICANTIK: Sinergi dengan KUA untuk penuntasan identitas keluarga bagi pasangan baru nikah.
2. KIPAS Dukcapil: Pelayanan adminduk langsung di lingkungan sekolah (SMA/SMK/MAN).
3. BAKVIA: Pembuatan Akta Kelahiran melalui WhatsApp yang berkolaborasi dengan Puskesmas.
4. PANGSIT & PEPADU SAKTI: Kolaborasi dengan rumah sakit pemerintah dan swasta untuk integrasi data kependudukan dengan layanan kesehatan (UHC).
5. TUAK MANIS: Layanan jemput bola ke rumah-rumah bagi masyarakat marjinal dan disabilitas yang memiliki keterbatasan akses.
6. DUKCAPIL PINTAR: Program percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) yang dikelola secara profesional dan responsif.
Transformasi ini diharapkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pelosok pedesaan. Musa Azhari optimis bahwa dengan integrasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor, warga tidak perlu lagi membuang waktu bolak-balik ke kantor dinas.
"Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang adaptif dan responsif, sesuai dengan visi dan slogan Bupati Lombok Timur," pungkasnya.
Dengan adanya delapan inovasi ini, Dukcapil Lombok Timur menargetkan akurasi data kependudukan yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah daerah.

