![]() |
| Kegiatan sosialisasi yang digelar di Wisma Tambora BPSDMD NTB, Kota Mataram, pada Jumat, (13/3). |
MANDALIKAPOST.com - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus digencarkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Kegiatan sosialisasi yang digelar di Wisma Tambora BPSDMD NTB, Kota Mataram, pada Jumat, (13/3).
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar menegaskan bahwa program MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
“Program MBG adalah intervensi langsung pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung proses pendidikan. Program ini diharapkan dapat menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” ujar Muazzim Akbar.
Ia menjelaskan bahwa program ini secara khusus menyasar kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi, seperti anak sekolah, balita, serta ibu hamil. Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut memiliki peran penting dalam menentukan kualitas generasi masa depan bangsa.
“Program ini berfokus pada kelompok rentan yang masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan gizi. Melalui program MBG, pemerintah ingin memastikan bahwa kebutuhan gizi mereka dapat terpenuhi dengan baik, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang yang optimal,” tambahnya.
Muazzim Akbar juga menekankan bahwa penyediaan makanan dalam program MBG tidak dilakukan secara sembarangan. Menu yang disajikan disusun berdasarkan standar gizi yang telah ditetapkan oleh para ahli gizi agar kualitas makanan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat kesehatan.
“Setiap menu yang disajikan dalam program ini disusun oleh ahli gizi sehingga kandungan nutrisinya terjamin. Bahkan dapur penyedia makanan tidak diperbolehkan beroperasi tanpa pengawasan tenaga ahli gizi,” jelasnya.
Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, program MBG juga diharapkan mampu memberikan efek positif bagi perekonomian daerah. Hal ini karena bahan baku makanan dalam program tersebut diprioritaskan berasal dari produk lokal yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.
“Program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal karena bahan baku yang digunakan diprioritaskan berasal dari produk-produk lokal,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi yang terus dilakukan, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi yang baik serta mendukung implementasi program MBG sebagai salah satu upaya nyata meningkatkan kualitas kesehatan dan masa depan generasi bangsa.

