![]() |
| Rawat: Petugas Kesehatan Puskesmas Pengadangan memeriksa kondisi siswa yang diduga keracunan MBG, (Foto: Istimewa/MP). |
Hingga berita ini diturunkan, puluhan siswa tersebut masih menjalani observasi intensif di Puskesmas Pengadangan.
Keluhan mulai muncul tidak lama setelah waktu makan siang di sekolah. Para siswa melaporkan kondisi fisik yang menurun secara drastis dengan gejala khas keracunan.
Kepala Puskesmas Pengadangan, Suhamdi Ahmad, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penanganan darurat terhadap para siswa tersebut.
"Betul, saat ini sedang ditangani. Jumlah yang dirawat sebanyak 23 siswa, masih dalam tahap observasi. Keluhan yang muncul di antaranya pusing, mual, muntah, hingga nyeri perut," ujar Suhamdi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Merespons kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Lombok Timur segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi. Namun, otoritas terkait belum berani menyimpulkan apakah penyebab tunggal keracunan berasal dari menu MBG atau faktor lain.
Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Pringgasela, Alvian menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian dan tim medis untuk memastikan penyebab pastinya melalui prosedur ilmiah.
"Sampel hasilnya belum keluar. Jadi dari tim kesehatan di Puskesmas belum berani memastikan apakah keracunan itu dari makanannya sendiri atau tidak. Harus diperiksa makanan yang dikonsumsi sebelum dan sesudah program MBG," jelas Alvian.
Ia menambahkan bahwa sampel makanan dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) serta sampel sisa makanan yang dikonsumsi siswa telah dikirim ke Dinas Kesehatan dan BPOM untuk uji laboratorium.
Mengingat Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas nasional, kejadian ini memicu langkah evaluasi cepat. Pihak Korwil BGN Lombok Timur, melalui Agamawan, menyatakan bahwa Sekretaris Wilayah (Sekwil) dan Kepala Pokcam telah turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan.
Alvian menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas insiden yang berdampak pada kesehatan siswa ini.
"Ini menyangkut program-program Pak Presiden. Banyak adik-adik kita yang terkena, harus segera dilakukan evaluasi. Saya sudah lakukan pelaporan juga ke Badan Gizi Nasional (BGN)," tegasnya.
Terkait proses evakuasi siswa dari sekolah ke Puskesmas, pihak SPG memastikan akan bertanggung jawab atas seluruh biaya dan penanganan medis, meski detail moda transportasi pengangkutan masih dalam tahap pendataan laporan resmi.
Saat ini, masyarakat diminta tetap tenang sembari menunggu hasil resmi dari BPOM untuk memastikan apakah terdapat kontaminasi pada bahan pangan atau ada faktor eksternal lainnya.

