![]() |
| Skuter: Nampak wisatawan menikmati sensasi bermain sekuter di kawasan wisata Sembalun, (Foto: Rosyidin/MP). |
Salah satu pionir penyewaan ini adalah Skuter Sembalun, yang dikelola oleh duet srikandi lokal, Yuni Wari dan Sultiyah. Memasuki tahun ketiga beroperasi, bisnis yang berawal dari keisengan ini kini telah menjelma menjadi unit usaha yang menjanjikan, terutama saat musim libur panjang seperti Lebaran dan Tahun Baru.
"Kami mulai dari nol sekitar tiga tahun lalu, tepatnya saat Ramadan. Awalnya sepi karena belum banyak yang tahu, tapi berkat promosi masif di media sosial seperti Instagram dan TikTok, peminatnya langsung meledak, terutama setelah Lebaran tahun 2023 lalu," ungkap Yuniwari saat ditemui di lokasi, Kamis (26/3).
Untuk menikmati sensasi berkeliling Sembalun, wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp60.000 per jam untuk skuter dan Rp70.000 untuk sepeda listrik. Menariknya, pengelola juga jeli menangkap peluang dokumentasi dengan menyediakan tim khusus seharga Rp100.000 per jam bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen estetik mereka.
Meski sempat terkendala cuaca ekstrem pada awal tahun 2026, geliat ekonomi dari sektor ini tetap terasa. Dengan armada yang tersisa sebanyak 7 unit, omzet harian yang diraup terbilang stabil.
"Saat ini pendapatan rata-rata mencapai Rp1 juta per hari. Kalau unitnya lebih banyak, tentu cuannya akan jauh lebih lumayan. Kami bahkan sudah bekerja sama dengan pihak villa dan homestay, tamu tinggal scan barcode, dan skuter akan kami antar ke lokasi," tambah Yuniwari.
Keamanan juga menjadi prioritas. Pengelola memastikan rute yang diambil adalah jalur pinggir bukit (Jalan Lingkar Pergasingan) agar tidak mengganggu arus lalu lintas utama. Selain itu, segala bentuk kerusakan alat maupun risiko kecelakaan kecil menjadi tanggung jawab pengelola sepenuhnya.
Anton, seorang wisatawan asal Narmada, Lombok Barat, mengaku terkesan dengan inovasi ini. Menurutnya, bermain skuter memberikan perspektif baru dalam menikmati panorama persawahan dan perbukitan Sembalun.
"Sensasinya luar biasa, kita bisa mengabadikan momen liburan berlatar belakang bukit dan sawah sambil bersantai naik skuter. Jika cuaca cerah, Gunung Rinjani terlihat sangat gagah dari jalur ini. Masyarakatnya juga sangat ramah, penyambutannya hangat," tutur Anton.
Kendati demikian, Anton memberikan catatan penting bagi pemerintah daerah terkait infrastruktur penunjang di Sembalun sebagai destinasi unggulan di NTB.
"Kita harapkan Pemerintah Daerah maupun dinas terkait menambah fasilitas seperti toilet umum dan variasi wahana bermain. Jangan sampai Sembalun kehilangan minat wisatawan karena fasilitas umumnya tertinggal dibanding daerah lain," tegasnya.
Dengan tren yang terus meningkat, para pengelola berharap dukungan infrastruktur dan kemudahan akses dapat terus terjaga, agar bisnis kreatif seperti skuter listrik ini tetap konsisten menambah pundi-pundi rupiah bagi masyarakat lokal sekaligus memperkuat posisi Sembalun sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Juga para wisatawan yang hendak berlibur ke Sembalun yang bermain sekuter listrik sembari menikmati alam dinginnya Sembalun, pengunjung bisa langsung booking (memesan) lewat menghubungi pengelola melalui Instagram, Facebook, dan atau japri lewat nomer WhatsApp yang sudah tersedia di "Sekuter Sembalun".

