Strategi NTB Gaet Wisatawan Mancanegara Lewat BBTF 2026

Ariyati Astini
Selasa, Maret 31, 2026 | 11.42 WIB Last Updated 2026-03-31T03:42:47Z

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahmad Nur Aulia

 


MANDALIKAPOST.com- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi merilis kalender event pariwisata tahun 2026 yang mencakup 69 kegiatan. Salah satu agenda unggulan adalah keikutsertaan NTB dalam ajang Bali Beyond Travel Fair (BBTF).


Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menyampaikan bahwa BBTF akan digelar pada Mei hingga Juni 2026.

“NTB bersiap mengambil panggung di Bali Beyond Travel Fair (BBTF), salah satu bursa perjalanan terbesar di Indonesia. Kami akan hadir bersama Bali dan NTT untuk mengincar pasar premium dari Amerika dan Eropa,” ujar Aulia, Senin (30/3/2026).


Meski situasi geopolitik global sempat memengaruhi kepastian jadwal penerbangan internasional, Aulia tetap optimistis. Pihaknya telah menyiapkan skema familiarization trip (famtrip) bertajuk “Lombok Sumbawa” bagi para pembeli (buyers) internasional.

“Ini merupakan ikhtiar kami untuk menghadirkan Lombok Sumbawa Travel Fair yang terintegrasi—satu wadah yang besar dan memiliki daya tarik kuat,” jelasnya.


Lebih lanjut, Aulia menegaskan bahwa kalender event pariwisata NTB 2026 bukan sekadar rangkaian agenda pemerintah provinsi, melainkan wujud kolaborasi lintas sektor. Desa, komunitas, hingga pelaku kreatif swasta didorong menjadi motor utama penggerak atraksi wisata.


Ia menyoroti banyaknya desa yang kini telah memiliki kalender event mandiri, seperti tradisi Presean. Namun, potensi tersebut kerap belum tersampaikan secara luas akibat minimnya eksposur, terutama di media sosial.


“Tujuannya sama, yaitu bagaimana kita bisa saling menguatkan. Kami ingin setiap minggu destinasi utama memiliki atraksi, sehingga mampu meningkatkan length of stay atau durasi tinggal wisatawan di NTB,” ujarnya.


Menurut Aulia, kalender event ini merupakan milik bersama, baik komunitas, event organizer, maupun pemerintah desa. Peran pemerintah provinsi adalah memastikan sinkronisasi promosi agar seluruh potensi dapat terpublikasikan dengan baik.


Dalam pandangannya, keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari kemeriahan, tetapi juga dari dampak jangka panjang. Ia memperkenalkan istilah “Event Level Dewa” sebagai indikator tertinggi kualitas sebuah acara.


“Event yang berkualitas adalah yang mampu menghadirkan repeater guest atau pengunjung berulang. Itulah level tertinggi sebuah event,” tegasnya.

Salah satu contoh yang disoroti adalah MotoGP Mandalika. Aulia menuturkan, perencanaan promosi kini dilakukan jauh lebih awal. Hal ini mengingat wisatawan mancanegara umumnya telah menyusun rencana perjalanan jauh hari sebelumnya.


“Minimal enam bulan sebelum acara, event harus sudah masuk dalam paket perjalanan. Jika promosi dilakukan terlalu dekat dengan hari pelaksanaan, kita berisiko kehilangan momentum,” tambahnya.


Dorong Kemandirian Event dan Ekosistem Bisnis

Terkait dukungan anggaran, Aulia menekankan pendekatan strategis dibandingkan sekadar bantuan dana langsung. Ia mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang kuat agar event mampu berdiri secara mandiri.

Salah satu strategi yang tengah dikembangkan adalah pemberian insentif non-tunai bagi penyelenggara event yang berprestasi, seperti kemudahan pajak dan retribusi.

“Harapannya event bisa mandiri. Pola dukungan harus bergeser, tidak hanya bantuan dana, tetapi juga insentif yang mendorong peran swasta agar lebih dominan,” tutupnya. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Strategi NTB Gaet Wisatawan Mancanegara Lewat BBTF 2026

Trending Now