Bupati Lombok Timur, Saya Butuh Tim Kerja Bukan Pencari Puji

Rosyidin S
Selasa, Maret 31, 2026 | 12.02 WIB Last Updated 2026-03-31T04:02:15Z
Halal Bihalal: Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin hadiri acara halal bihalal  Komunikasi ASN Kategori II (K2) se-Kabupaten Lombok Timur, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, memberikan teguran keras sekaligus motivasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kerja sama tim yang solid, bukan pada individu yang hanya mengejar citra diri.


Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri acara Halal Bihalal bersama Forum Komunikasi ASN Kategori II (K2) se-Kabupaten Lombok Timur di Sanggar Ambung Masbagik Timur, Senin (30/3).


Acara ini mengusung tema besar memperkuat silaturahmi serta meneguhkan integritas ASN menuju "Lombok Timur SMART".


Dalam pidatonya yang lugas, Haerul Warisin menyoroti pentingnya menjaga muruah birokrasi dari praktik korupsi dan nepotisme. Ia berjanji akan menerapkan sistem meritokrasi dalam penempatan jabatan, di mana kinerja menjadi indikator utama, bukan kedekatan personal atau transaksional.


“Haram hukumnya bagi saya menerima uang dari orang yang saya angkat menjadi pejabat. Jika saya terima uang, artinya saya tidak ikhlas,” tegas Bupati di hadapan ratusan ASN K2.


Ia menambahkan bahwa praktik suap dalam jabatan hanya akan melumpuhkan wibawa pimpinan. "Kalau pejabat masuk dengan menyogok, mereka akan berbuat aneh-aneh dan saya tidak akan punya kekuatan untuk menindak atau memindahkan mereka," imbuhnya.


Bupati juga meminta para ASN untuk berhenti terjebak dalam dinamika politik yang tidak produktif dan mulai fokus pada pelayanan publik yang nyata. Menurutnya, ASN tidak boleh apatis terhadap kondisi sosial ekonomi yang tengah berkembang di masyarakat.


“Saya butuh orang-orang yang bisa bekerja sama membangun daerah, bukan yang sekadar mencari puji-pujian. Bekerjalah tulus demi kemajuan Lombok Timur, karena esensi pemerintah adalah membawa perubahan nyata,” pesan Haerul.


Menariknya, sebagai respons terhadap potensi kelangkaan BBM dan upaya efisiensi operasional, Bupati menyinggung kemungkinan diberlakukannya kembali sistem Work From Home (WFH). Langkah ini dipertimbangkan guna menekan biaya operasional kendaraan bermotor tanpa mengurangi kualitas pelayanan.


Ketua Forum ASN K2 Lombok Timur, Amirudin, menyambut baik arahan tersebut. Ia melaporkan bahwa saat ini terdapat 669 orang yang masuk dalam database ASN K2 dan siap bersinergi dengan visi pemerintah daerah.


“Kami sangat bersyukur atas kerja sama seluruh anggota selama ini. Penting bagi kita semua untuk menjaga integritas forum agar tetap berada di jalur yang benar dan resmi,” ujar Amirudin.


Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) serta perwakilan Forum ASN K2 dari seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Timur. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum titik balik bagi ASN K2 untuk meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Lombok Timur, Saya Butuh Tim Kerja Bukan Pencari Puji

Trending Now