![]() |
| Rembuk: Diskusi dan buka bersama dirangkai dengan deklarasi pernyataan sikap dukungan masyarakat NTB untuk Iran dan Palestina, (Foto: Rosyidin/MP). |
Mereka mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk tetap memegang teguh amanat Pembukaan UUD 1945 dalam menyikapi ketegangan global, khususnya perjuangan kemerdekaan Palestina.
Pembina Yayasan Swadaya Membangun, H. Moch Ali Bin Dachlan, menyatakan bahwa prinsip politik luar negeri Indonesia tidak boleh bergeser dari nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia menekankan bahwa konstitusi telah menjadi kompas moral bangsa dalam menentang segala bentuk kolonialisme.
“Kami mengingatkan kembali bahwa konstitusi Indonesia secara tegas menolak segala bentuk penjajahan. Prinsip itu harus menjadi pijakan moral dan politik dalam menyikapi berbagai konflik internasional,” tegas Ali Bin Dachlan dalam keterangannya di Lombok Timur.
Keresahan ormas di NTB ini dipicu oleh situasi di jalur Gaza yang kian memprihatinkan. Laporan lembaga internasional menunjukkan angka korban sipil yang terus meroket akibat konflik berkepanjangan. Menurut Ali, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri bersama rakyat yang tertindas.
“Kami menyampaikan solidaritas kepada rakyat Palestina yang hingga kini masih berjuang untuk memperoleh kemerdekaan dan hak menentukan nasibnya sendiri,” imbuhnya.
Selain isu Palestina, massa juga menyoroti transparansi pemerintah terkait isu keterlibatan dalam forum Board of Peace (BOP) yang diprakarsai oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Forum ini dinilai menimbulkan tanda tanya karena berada di luar kerangka resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ali Bin Dachlan mendesak pemerintah untuk memberikan klarifikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah masyarakat.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman ataupun persepsi bahwa Indonesia berpihak dalam konflik internasional tertentu,” jelasnya.
Dalam pernyataan sikap tersebut, setidaknya ada tiga poin utama yang ditekankan oleh koalisi ormas NTB:
1. Menolak Keras Agresi: Mengecam segala bentuk militerisme terhadap negara berdaulat yang melanggar Piagam PBB.
2. Konsistensi Politik Luar Negeri: Mendorong pemerintah tetap setia pada jalur politik luar negeri "Bebas dan Aktif".
3. Desakan pada PBB: Meminta komunitas internasional mengambil langkah konkret untuk melindungi warga sipil dan menghentikan kekerasan di Palestina.
Menutup pernyataannya, Ali Bin Dachlan berpesan agar masyarakat Indonesia tidak terpecah belah oleh dinamika politik global. Ia meminta publik tetap tenang dan bijak dalam menyerap informasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kedamaian, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu global yang dapat memicu perpecahan,” pungkasnya.

