![]() |
| El Nino: Lalu Muliadi Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulan Bencana Daerah Lombok Timur, (Foto: Rosyidin/MP). |
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun dokumen rencana kontingensi untuk memetakan risiko dan penanganan kekeringan di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
"Mengalami kecenderungan sekarang kita sudah mulai transisi. Kami akan menyusun respon untuk rencana kontingensi, bekerja sama dengan program Siap Siaga Provinsi," ujar Lalu Muliadi saat memberikan keterangan, Senin (13/4).
Menurutnya, pendataan titik-titik rawan kekeringan terus menjadi atensi BPBD. Meski ada penambahan jaringan layanan dari PDAM ke desa-desa, pemetaan jumlah jiwa yang terdampak potensi krisis air bersih tetap menjadi prioritas agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Selain fokus pada mitigasi kekeringan, Lalu Muliadi menjelaskan bahwa Kabupaten Lombok Timur menjadi salah satu dari 57 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam daftar pembahasan usulan bantuan infrastruktur di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pihaknya kini sedang menunggu jadwal resmi dari kementerian terkait untuk membahas kelanjutan teknis dari usulan yang telah diajukan.
"Kami bersama 57 kabupaten di Indonesia, termasuk beberapa provinsi, sedang menunggu jadwal di kementerian untuk melakukan pembahasan untuk persiapan selanjutnya," jelasnya.
Dalam usulan tersebut, Pemkab Lombok Timur menitikberatkan pada empat item pekerjaan fisik yang bersifat mendesak untuk menunjang aktivitas masyarakat dan pemulihan pascabencana.
"Ada empat item pekerjaan yang diajukan; tiga jembatan dan satu renovasi sekolah," pungkas Muliadi.
Langkah koordinasi yang intens dengan pemerintah pusat ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan fasilitas publik yang rusak, sehingga konektivitas antarwilayah dan kegiatan belajar mengajar di Lombok Timur kembali optimal.

