![]() |
| Geopark: Qwadru Putro Wicaksono, General Manager Geopark Rinjani, (Foto: Rosyidin/MP). |
"Kami sudah menerima email yang menyatakan bahwa Geopark Rinjani benar-benar memperoleh Green Card. Penyerahan sertifikatnya akan dilakukan April ini. Status ini berlaku untuk empat tahun ke depan sebelum nanti dilakukan revalidasi kembali," ujar Qwadru saat ditemui di Sembalun, Kamis (2/4).
Di bawah kepemimpinannya untuk periode 2025-2026, Qwadru menegaskan bahwa fokus utama Geopark Rinjani tidak hanya pada konservasi, tetapi juga pada dampak ekonomi riil bagi masyarakat di sekitar geosite. Menurutnya, menjaga warisan geologi, keragaman biologi, dan budaya Sasak harus bermuara pada kesejahteraan warga.
Salah satu strategi yang diusung adalah menginventarisir potensi lokal untuk dijadikan komoditas bernilai tinggi. Ia mencontohkan potensi jeruk di Sembalun yang selama ini hanya digunakan sebagai bumbu masak atau dibuang.
"Saya mencoba mengolah jeruk Sembalun menjadi sirup yang berkualitas. Ini bisa menjadi souvenir atau bahan konsumsi bagi ratusan ribu pendaki yang naik ke Rinjani setiap tahunnya. Hal-hal kecil seperti ini yang ingin kita sentuh agar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Selain jeruk, potensi lain seperti jambu monyet di Lombok Utara juga masuk dalam radar pengembangan. Qwadru menilai minimnya pengolahan membuat potensi tersebut terbuang sia-sia.
Geopark Rinjani menyadari bahwa mereka tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci, terutama dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah strategis seperti Sembalun (Lombok Timur) dan Senaru (Lombok Utara).
"Kami menggandeng Baznas Provinsi untuk bersama-sama bergerak, sejalan dengan program Gubernur untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah Geopark. Kami siapkan konsepnya, lalu kita latih masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada," tambahnya.
Selain dengan lembaga zakat, kolaborasi juga dijalin dengan perguruan tinggi untuk program "Desa Berdaya", seperti yang tengah dirintis di Desa Batu Mekar, Lombok Barat. Program ini mencakup peningkatan kompetensi bagi guide dan porter, termasuk pelatihan bahasa Inggris.
Di sisi pelestarian, Qwadru menaruh perhatian pada ekosistem fauna dan tradisi lokal yang mulai terkikis. Ia berencana menggandeng pemerhati lingkungan untuk melakukan konservasi burung guna mengembalikan populasi yang hilang akibat perburuan dan kerusakan lingkungan.
Sementara dari sisi budaya, regenerasi menjadi poin krusial. Geopark Rinjani berencana menyediakan ruang atau panggung kecil bagi pemuda untuk menampilkan sanggar tari atau atraksi budaya lainnya bagi wisatawan.
"Wisatawan yang menunggu jadwal pendakian bisa mengunjungi sanggar-sanggar ini. Selain melestarikan budaya, ini juga mendatangkan donasi dan meningkatkan ekonomi mereka," pungkasnya.
Untuk diketahui, Geopark Rinjani-Lombok saat ini memiliki 47 geosite yang tersebar dari Ampenan hingga Labuan Haji, bagian Selatan. Sementara bagian Utara bagian Utara mencakup Gili Trawangan, Benang Stokel hingga Sembalun. Wilayah ini mencakup 22 situs geologi, 8 situs biologi, dan 17 situs budaya yang semuanya berada di bawah perlindungan dan pengembangan manajemen Geopark.

