Rumah Sakit Baznas Lombok Timur Jadi Tonggak Kesehatan Berbasis Filantropi Islam di Indonesia

Rosyidin S
Jumat, April 03, 2026 | 18.55 WIB Last Updated 2026-04-03T10:55:35Z
Rumah Sehat: Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Timur akan dijadikan Rumah Sehat Baznas, (Foto: Istimewa/MP).

MANDALIKAPOST.com – Kabupaten Lombok Timur kini tengah bersiap mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan nasional. Pembangunan Rumah Sakit (RS) Baznas di wilayah ini dinilai bukan sekadar penambahan fasilitas medis, melainkan sebuah gagasan besar mengenai masa depan pelayanan publik yang didanai oleh kekuatan umat melalui filantropi Islam.


Langkah berani yang didorong oleh Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, ini muncul sebagai respons strategis terhadap tantangan sosial di daerah dengan populasi terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan angka kemiskinan dan kasus stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah, kehadiran rumah sakit ini diharapkan menjadi pemutus rantai kemiskinan atau poverty trap.


Guru Besar Ekonomi Syariah FEBI UIN Mataram, Prof. Riduan Mas’ud, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan transformasi dana zakat dari bantuan konsumtif menjadi investasi sosial yang produktif. Menurutnya, kesehatan masyarakat memiliki korelasi langsung dengan produktivitas ekonomi daerah.


"Kebijakan kesehatan sebenarnya adalah kebijakan ekonomi. Ketika masyarakat miskin mendapatkan layanan kesehatan yang layak, mereka bisa tetap bekerja, anak-anak tumbuh sehat, dan produktivitas meningkat. RS Baznas ini adalah strategi nyata untuk memutus rantai kemiskinan," ujar Prof. Riduan Mas’ud.


Secara teologis dan ekonomi syariah, pembangunan ini selaras dengan konsep Maqashid Syariah, khususnya dalam menjaga jiwa (hifz al-nafs). Zakat tidak lagi hanya dipandang sebagai kewajiban ritual, tetapi instrumen distribusi kekayaan yang mampu membangun sistem kesejahteraan yang mandiri.


Berbeda dengan skema bantuan sosial pada umumnya, RS Baznas mengusung konsep Islamic Welfare State (Negara Kesejahteraan Islam) di mana negara dan masyarakat berkolaborasi melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf.


"Filantropi Islam dalam bentuk rumah sakit ini bukan hanya memberi bantuan, tetapi membangun sistem. Kita tidak lagi sekadar memberi ikan, tetapi membangun kolamnya. Ini adalah bentuk investasi layanan kesehatan yang manfaatnya bisa dirasakan hingga puluhan tahun ke depan," tambah Prof. Riduan.


Jika proyek ini berjalan sukses, Lombok Timur diprediksi akan menjadi pionir dan percontohan nasional dalam pengelolaan dana umat. Model ini membuktikan bahwa daerah tidak perlu sepenuhnya bergantung pada APBD atau APBN untuk menjamin kesehatan rakyatnya.


Pembangunan RS Baznas ini menjadi bukti nyata bahwa ekonomi syariah bukan sekadar teori akademis di ruang kelas, melainkan solusi konkret bagi permasalahan sosial di lapangan.


Jika zakat dikelola secara profesional, transparan, dan produktif, ia akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa. RS Baznas Lombok Timur akan dikenang sebagai tonggak lahirnya sistem kesehatan berbasis filantropi Islam di Indonesia, sebuah pelayanan yang berbasis umat dan kesejahteraan berbasis keadilan sosial," pungkasnya.


Dengan hadirnya rumah sakit ini, masyarakat berharap adanya akses kesehatan yang lebih manusiawi dan berkeadilan, di mana kemiskinan tidak lagi menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan hak dasar hidup sehat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rumah Sakit Baznas Lombok Timur Jadi Tonggak Kesehatan Berbasis Filantropi Islam di Indonesia

Trending Now